kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.861   15,00   0,09%
  • IDX 8.887   -49,73   -0,56%
  • KOMPAS100 1.227   -1,71   -0,14%
  • LQ45 868   -0,42   -0,05%
  • ISSI 324   -0,16   -0,05%
  • IDX30 441   1,17   0,27%
  • IDXHIDIV20 520   2,75   0,53%
  • IDX80 137   -0,17   -0,13%
  • IDXV30 144   0,25   0,18%
  • IDXQ30 141   1,00   0,71%

September, ADRO targetkan raih utang US$ 400 juta


Selasa, 02 Agustus 2016 / 20:56 WIB
September, ADRO targetkan raih utang US$ 400 juta


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mengejar penyelesaian keuangan (financial closing) proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang digarap PT Tanjung Power Indonesia (TPI), sebesar 2x100 MW di Tanjung, Kalimantan Selatan.

Nilai proyek itu berkisar US$ 400 juta hingga US$ 500 juta. David Tendian, Direktur Keuangan ADRO mengatakan, proses pendanaan proyek akan selesai pada akhir bulan September mendatang. "Kami targetkan bisa selesai secepatnya, dua bulan lagi financial closing. Setelah itu proses konstruksi," ujarnya di Jakarta, Selasa (2/8).

Dari nilai proyek itu, sebesar 80% atau sekitar US$ 320 juta - US$ 400 juta akan didanai dari pinjaman sindikasi perbankan. David mengatakan, beberapa perbankan yang akan mengucurkan pinjaman itu di antaranya Korea Development Bank, DBS, MUFG, HSBC, Mizuho, dan SMBC. "Pendanaannya memang berasal dari bank Korea, Jepang, dan Singapura," imbuhnya.

PLTU tersebut akan digarap bersama rekan kerjanya, Korea East West Power (Korea EWP) dengan kepemilikan saham 35%. Untuk proyek ini, ADRO juga sudah membuat perjanjian jual beli listrik dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada Oktober 2014 lalu.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×