kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ada Perubahan Pengendali Emiten, Investor Perlu Selektif Memilih Saham yang Menarik


Minggu, 17 Mei 2026 / 16:36 WIB
Ada Perubahan Pengendali Emiten, Investor Perlu Selektif Memilih Saham yang Menarik
ILUSTRASI. Sejumlah emiten dari berbagai lintas sektor tercatat melakukan aksi korporasi berupa perubahan pemegang saham pengendali pada kuartal II-2026. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten dari berbagai lintas sektor tercatat melakukan aksi korporasi berupa perubahan pemegang saham pengendali pada kuartal II-2026.

Menurut catatan Kontan, setidaknya ada enam emiten yang pemegang saham pengendalinya berubah. Antara lain PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Pinago Utama Tbk (PNGO), PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE), PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) dan PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ).

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama mengatakan pergantian pengendali pada emiten umumnya menjadi sentimen yang cukup penting bagi pasar karena biasanya diikuti perubahan strategi bisnis, struktur permodalan, arah ekspansi, hingga kualitas tata kelola perusahaan. 

Baca Juga: IHSG Masih Rawan Koreksi pada Senin (18/5), Ini Saham Pilihan Analis

Dalam jangka pendek, pasar cenderung merespons positif apabila pengendali baru memiliki rekam jejak kuat, kapasitas pendanaan besar, atau membawa potensi sinergi bisnis baru. 

"Namun efeknya tidak selalu otomatis positif karena investor juga akan menilai valuasi, tujuan akuisisi, serta keberlanjutan fundamental emiten tersebut," kata Elandry kepada Kontan, Minggu (17/5/2026).

Dari sisi kinerja dan harga saham, pergantian pengendali memang berpotensi menjadi katalis kenaikan, terutama jika pasar melihat adanya peluang perbaikan operasional, efisiensi, ekspansi bisnis, atau aksi korporasi lanjutan. Selain itu, adanya mandatory tender offer (MTO) sering menciptakan premium harga dibanding harga pasar sehingga memicu spekulasi jangka pendek di saham terkait.

Disamping itu, pasar juga sering mengaitkan pergantian pengendali dengan potensi backdoor listing, yakni ketika perusahaan tertutup masuk ke bursa melalui emiten yang sudah tercatat. Dalam skenario ini, perubahan pengendali bukan sekadar pergantian pemegang saham, tetapi juga transformasi total model bisnis emiten. 

Contoh yang paling sering dijadikan referensi pasar adalah transformasi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), yang sebelumnya dikenal sebagai emiten industri kaleng, sebelum akhirnya berubah menjadi kendaraan pengembangan kawasan PIK2 setelah masuknya grup pengendali baru. 

Kasus seperti ini biasanya menjadi perhatian besar pasar karena investor berharap terjadi lonjakan valuasi dan pertumbuhan bisnis yang jauh berbeda dibanding bisnis lama emiten.

Baca Juga: Rupiah Terus Melemah, Risiko Tembus Rp 18.000 per Dolar AS Semakin Besar

Namun investor juga perlu memahami bahwa ekspektasi backdoor listing sering memicu kenaikan harga saham yang sangat spekulatif. Tidak semua emiten yang berganti pengendali akan berhasil melakukan transformasi bisnis secara efektif. 

Dalam beberapa kasus, valuasi sudah naik terlalu tinggi sebelum fundamental baru benar-benar terealisasi, sehingga risikonya menjadi cukup besar apabila realisasi proyek, pendanaan, atau kinerja tidak sesuai ekspektasi pasar.

Dus, Investor perlu mencermati beberapa faktor utama, seperti profil dan reputasi pengendali baru, tujuan akuisisi dan arah bisnis pasca akuisisi, potensi backdoor listing atau perubahan lini usaha utama, potensi dilusi atau aksi korporasi lanjutan, kondisi fundamental dan valuasi emiten serta likuiditas saham serta free float pasca perubahan kontrol.

"Dalam kondisi pasar saat ini, saya melihat saham-saham dengan pengendali baru lebih cocok diperdagangkan secara trading opportunistic dibanding investasi jangka panjang, kecuali jika memang terlihat jelas adanya transformasi fundamental yang kuat dan terukur," tambah Elandry.

Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), Reza Priyambada menambahkan para pelaku pasar pun dapat mencermati aksi korporasi ini terhadap kondisi fundamentalnya sehingga nantinya akan berpengaruh pada valuasi perusahaan maupun valuasi harga sahamnya. 

Di sisi lain, perlu juga mencermati adanya aksi kejutan di market dimana bisa saja dan dimungkinkan setiap aksi korporasi akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum pelaku pasar tertentu untuk membuat harga sahamnya menjadi lebih fluktuatif. 

"Kondisi ini yang harus diwaspadai oleh para pelaku pasar lainnya," tambah Reza.

Baca Juga: Tekanan IHSG Belum Usai, Rebalancing MSCI dan Rupiah Jadi Pemberat

Untuk rekomendasi, Elandry cenderung lebih positif pada emiten yang pergantian pengendalinya berpotensi memperkuat ekspansi bisnis dan pendanaan, khususnya emiten dengan aset operasional jelas serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang realistis. 

Sementara untuk saham yang likuiditasnya tipis atau valuasinya sudah terlalu tinggi akibat spekulasi backdoor listing, investor sebaiknya lebih disiplin menjaga profit taking dan manajemen risiko.

Dengan skenario optimis saham saham tersebut seharusnya bisa saja mengalami kenaikan dalam kisaran 20%-50% dalam waktu pendek ataupun menengah, sisanya balik lagi tergantung fundamental dan arah bisnis dari pengendali baru tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×