kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

September, ADRO targetkan raih utang US$ 400 juta


Selasa, 02 Agustus 2016 / 20:56 WIB


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mengejar penyelesaian keuangan (financial closing) proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang digarap PT Tanjung Power Indonesia (TPI), sebesar 2x100 MW di Tanjung, Kalimantan Selatan.

Nilai proyek itu berkisar US$ 400 juta hingga US$ 500 juta. David Tendian, Direktur Keuangan ADRO mengatakan, proses pendanaan proyek akan selesai pada akhir bulan September mendatang. "Kami targetkan bisa selesai secepatnya, dua bulan lagi financial closing. Setelah itu proses konstruksi," ujarnya di Jakarta, Selasa (2/8).

Dari nilai proyek itu, sebesar 80% atau sekitar US$ 320 juta - US$ 400 juta akan didanai dari pinjaman sindikasi perbankan. David mengatakan, beberapa perbankan yang akan mengucurkan pinjaman itu di antaranya Korea Development Bank, DBS, MUFG, HSBC, Mizuho, dan SMBC. "Pendanaannya memang berasal dari bank Korea, Jepang, dan Singapura," imbuhnya.

PLTU tersebut akan digarap bersama rekan kerjanya, Korea East West Power (Korea EWP) dengan kepemilikan saham 35%. Untuk proyek ini, ADRO juga sudah membuat perjanjian jual beli listrik dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada Oktober 2014 lalu.




TERBARU

[X]
×