Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot terus tertekan hingga akhir perdagangan awal pekan ini. Senin (2/2/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 16.798 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini membuat rupiah melemah 0,07% dibanding penutupan Jumat (30/1/2026) yang berada di Rp 16.798 per dolar AS.
Sejalan dengan itu, kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI) juga mencatat pelemahan tipis 0,02% ke posisi Rp 16.800 per dolar AS.
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai tekanan terhadap rupiah masih datang dari kombinasi sentimen global dan domestik.
Baca Juga: Danantara Buka Peluang Jadi Pemegang Saham BEI Usai Demutualisasi
Dari eksternal, sentimen datang dari penguatan dolar AS menyusul pencalonan kepala bank sentral AS (The Fed) berikutnya. Selain itu, di domestik sentimen risk-off di pasar saham domestik juga jadi sentimen penambah.
“Secara umum, penguatan dolar AS oleh nominasi Kevin Warsh sebagai kepala the Fed berikutnya. Lalu sentimen risk off pada umumnya dan IHSG khususnya masih tertekan masalah seputar MSCI,” ujar Lukman kepada Kontan, Senin (2/2/2026).
Selain itu Lukman menambahkan, meski terdapat dukungan dari data perdagangan yang sedikit lebih baik, rupiah tetap tertahan oleh data inflasi domestik yang lebih lemah.
Lebih lanjut, untuk perdagangan Selasa (3/2/2026) sentimen pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh perkembangan terkait MSCI dan pergantian Ketua The Fed baru yang dianggap hawkish oleh pasar.
Selain itu, dari sisi data ekonomi global, investor juga menunggu rilis data manufaktur AS.
Dengan begitu, Lukman memprediksi rupiah pada hari Selasa akan bergerak di rentang Rp 16.700 – Rp 16.850 per dolar AS.
Baca Juga: IHSG Ambruk 4,88% ke 7.922, Top Losers LQ45: MBMA, MDKA dan EMTK, Senin (2/2)
Selanjutnya: Inflasi Diperkirakan Bertahan Di Level Tinggi hingga Maret 2026, Ini Penyebabnya
Menarik Dibaca: 320.365 Tiket KA Lebaran Terjual, Pelanggan Diminta Rencanakan Perjalanan Sejak Dini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













