kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Hadapi Tekanan Jual, Prospek Bitcoin Masih Dalam Volatilitas Tinggi


Senin, 02 Februari 2026 / 17:27 WIB
Hadapi Tekanan Jual, Prospek Bitcoin Masih Dalam Volatilitas Tinggi
ILUSTRASI. Bitcoin (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bitcoin diproyeksi masih dalam volatilitas tinggi. berdasarkan data Kontan, Bitcoin terkoreksi 8,52% secara month on month (mom) per Januari 2026 dan terkoreksi 23% secara year on year (yoy).

Analyst Reku, Fahmi Almuttaqin mengatakan, penurunan harga Bitcoin pada Januari 2026 dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan global.

Eskalasi tensi AS–UE terkait isu Greenland dan rencana tarif baru sempat meningkatkan risk aversion, mendorong investor melakukan profit taking setelah reli sebelumnya. 

Baca Juga: Bitcoin vs Emas: Analis Ragukan Rotasi Dana ke Kripto dalam Waktu Dekat

Harga Bitcoin yang terjun juga memicu likuidasi massal di seluruh bursa. Pemicu utama kepanikan ini adalah pergeseran peta politik di Bank Sentral AS, The Fed.

Presiden AS Donald Trump disebut akan mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed menggantikan Jerome Powell.  

“Volatilitas juga dipengaruhi oleh sensitivitas pasar kripto terhadap berita geopolitik dan kebijakan makro, di mana Bitcoin masih diperlakukan sebagai aset berisiko (risk-on) dalam jangka pendek,” ujar Fahmi kepada Kontan, Senin (2/2/2026). 

Selain itu, keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk menahan suku bunga acuan di level 3,50%–3,75% pada rapat akhir Januari ini memang sesuai dengan ekspektasi pasar.

Namun, dinamika di balik keputusan tersebut justru memunculkan sinyal ketidakpastian baru.

Baca Juga: Harga Bitcoin Terkoreksi 7,60%, Turun ke Level US$ 82.000

Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, dua pejabat The Fed menyatakan perbedaan pendapat dan menginginkan pemangkasan suku bunga, menandakan meningkatnya tekanan terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat. 

Di saat Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa ekonomi AS masih “berdiri kokoh”, pasar merespons dengan cara yang berbeda.

Harga emas melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa. Sementara pergerakan saham teknologi dan aset kripto menunjukkan pola yang semakin selektif. Situasi ini menciptakan lanskap pasar baru yang perlu dicermati investor menjelang akhir Januari 2026. 

Fahmi menilai perbedaan pandangan di internal The Fed menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar. Munculnya dissenting votes dalam rapat The Fed menunjukkan bahwa ketidakpastian ekonomi semakin nyata. 

Baca Juga: Ujian Besar Bitcoin: Opsi US$10,8 Miliar Jatuh Tempo Pekan Ini

“Peluang Bitcoin untuk kembali menguji level psikologis US$100.000 tetap terbuka apabila sentimen global terus membaik dan tidak muncul eskalasi risiko baru dalam waktu dekat,” terang Fahmi.

Selanjutnya: Dari Pengobatan hingga Wellness, Ini Layanan Preventif Bethsaida Healthcare

Menarik Dibaca: Dari Pengobatan hingga Wellness, Ini Layanan Preventif Bethsaida Healthcare

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×