kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Sentimen Domestik Tekan Rupiah, Pelemahan Berpotensi Berlanjut


Rabu, 04 Februari 2026 / 17:25 WIB
Sentimen Domestik Tekan Rupiah, Pelemahan Berpotensi Berlanjut
ILUSTRASI. Pelemahan rupiah kembali terjadi. Pelaku pasar wajib tahu risiko dari pasar saham domestik dan data PDB yang akan dirilis. Jangan sampai rugi! (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah pekan ini. Rabu (4/2/2026), kurs rupiah spot melemah Rp 23 atau 0,14% menjadi Rp 16.777 per dolar AS.

Berbeda jalur, kurs rupiah Jisdor hari ini menguat tipis Rp 2 atau 0,01% menjadi Rp 16.775 per dolar AS.

Analis mata uang dan komoditas Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pelemahan rupiah hari ini masih dipengaruhi oleh perkembangan di pasar saham domestik yang belum kondusif.

Selain itu, pelaku pasar juga mulai mengantisipasi potensi pelemahan data produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.777 Per Dolar AS Hari Ini (3/12), Asia Bervariasi

“Rupiah masih terbebani oleh perkembangan pasar ekuitas domestik. Selain itu, ada antisipasi data PDB Indonesia yang diperkirakan lebih lemah,” ujar Lukman kepada Kontan, Rabu (4/2/2026).

Padahal, kemarin rupiah mengalami penguatan, naik Rp 44 atau 0,26% menjadi Rp 16.754 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Lukman, penguatan rupiah yang sempat terjadi pada Selasa (3/2/2026) lebih disebabkan oleh sentimen eksternal yang bersifat sementara, yakni kabar positif terkait kesepakatan antara India dan Amerika Serikat.

Namun, sentimen tersebut tidak cukup kuat untuk menopang pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Pada Kamis (5/2/2026), Lukman menilai pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh rilis data ekonomi, baik dari dalam negeri maupun global.

Sentimen datang pada Rabu malam, yakni dari data Institute for Supply Management (ISM) sektor jasa Amerika Serikat, sedangkan pada Kamis perhatian akan mulai mengarah pada rilis PDB kuartal IV-2025 Indonesia.

Baca Juga: Rupiah Spot Melemah 0,10% ke Rp 16.771 per Dolar AS pada Rabu (4/2) Siang

Dengan mempertimbangkan kuatnya data ISM jasa AS dalam beberapa waktu terakhir serta ekspektasi PDB Indonesia yang cenderung melemah, Lukman memperkirakan rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan.

Maka, Lukman memproyeksikan rupiah bergerak melemah di kisaran Rp 16.700 hingga Rp 16.850 per dolar AS pada Kamis (5/2/2026).

Selanjutnya: Harga Minyak Dunia Memanas, Ini Saham-saham yang Berpotensi Kena Imbas

Menarik Dibaca: 7 Manfaat Konsumsi Buah Blackberry secara Rutin untuk Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×