kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sejumlah Sentimen Ini Jadi Pendorong Kenaikan Harga Batubara


Sabtu, 24 Februari 2024 / 07:00 WIB
Sejumlah Sentimen Ini Jadi Pendorong Kenaikan Harga Batubara
ILUSTRASI. Foto udara kapal tongkang bermuatan batu bara menyusuri Sungai Batanghari di Sijenjang, Jambi, Selasa (23/1/2024). Harga Batubara Merangkak Naik, Analis Beberkan Pemicunya


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga batubara terus meningkat sejak awal pekan ini, didorong oleh permintaan yang bertambah dari China. 

Menurut Barchart.com, harga batubara Newcastle untuk kontrak berjangka Maret 2024 naik 0,65% menjadi US$ 124,75 per ton pada penutupan Kamis (22/2). 

Ini menandai kenaikan 3,31% dari harga awal pekan, yang berada di posisi US$ 120,75 per ton pada Senin (19/2).

Sutopo Widodo, Presiden Komisioner HFX International Berjangka, mengamati bahwa lonjakan harga batubara sejalan dengan peningkatan permintaan dari pembangkit listrik tenaga batubara di China serta lonjakan permintaan dari India. 

Baca Juga: United Tractors (UNTR) Tambah Kepemilikan di Pandu Engineering

China mulai memberlakukan peningkatan izin pembangkit listrik tenaga batubara karena masalah kekurangan listrik pada tahun 2021, meskipun sebelumnya berjanji untuk mengendalikan kapasitas pembangkit listrik tenaga batubara baru dengan ketat.

Selain itu, Sutopo menyoroti kenaikan harga minyak yang juga dipengaruhi oleh tegangan politik dan data PMI global yang menunjukkan peningkatan, yang turut mendorong harga batubara. 

Lukman Leong, Pengamat Komoditas dan Mata Uang, menambahkan bahwa kenaikan harga batubara juga disokong oleh penurunan produksi energi dari pembangkit tenaga air.

Baca Juga: Harga Batubara Merangkak Naik, Analis Beberkan Pemicunya

Investor juga mengantisipasi langkah stimulus tambahan dari pemerintah China, seiring dengan dukungan pada bursa saham dan penurunan suku bunga pinjaman. Permintaan batubara juga tetap tinggi dari negara-negara seperti India, Korea, dan Jepang.

Meskipun terjadi kenaikan, Lukman memperkirakan bahwa kenaikan harga batubara ini bersifat musiman, dan permintaan sepanjang tahun diproyeksikan tetap lebih rendah dari tahun 2023. 

Dia juga menyatakan bahwa potensi harga batubara didukung oleh level teknikal support di kisaran US$ 100 - US$ 115 per ton di tahun 2024.

Sutopo memproyeksikan bahwa harga batubara akan mencapai US$ 127,5 per ton pada akhir kuartal I-2024, dengan pertimbangan peningkatan tambahan dari China dan India.

Baca Juga: Menakar Efek Fluktuasi Harga Komoditas Bagi Saham Batubara, Nikel, Minyak, Hingga CPO

Namun, kenaikan ini terbatas karena perlambatan pertumbuhan ekonomi China masih menjadi kendala utama.

Tahun ini, harga batubara diperkirakan akan tetap stabil, tanpa peningkatan besar karena inflasi yang masih kaku, yang membebani perusahaan-perusahaan sektor energi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×