Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) pada 2025 dinilai tetap solid dengan kualitas pertumbuhan yang semakin baik. Ke depan, segmen solusi dan konsultasi digital diproyeksikan menjadi motor utama pertumbuhan laba sekaligus memperbaiki margin perseroan.
Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai, pertumbuhan kinerja MTDL masih terjaga di tengah tantangan makro, terutama ditopang oleh peningkatan penjualan smartphone.
“Kenaikan volume penjualan smartphone terbukti bisa menjadi penopang top line di tengah tantangan makro,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (14/4/2026).
Senada, Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menyoroti peningkatan kualitas laba MTDL. Pada 2025, MTDL membukukan pendapatan Rp27,17 triliun atau tumbuh 8,06% secara tahunan, dengan laba bersih naik 10% menjadi Rp813,99 miliar.
Baca Juga: Industri Baja 2026 Masih Menantang, Ini Prospek Saham KRAS dan ISSP
“Laba yang tumbuh lebih cepat dari pendapatan mencerminkan peningkatan kualitas bisnis. Segmen solusi yang bermargin lebih tinggi juga mulai berkontribusi lebih besar,” jelasnya.
Dari sisi operasional, penjualan PC dan notebook dinilai tetap tangguh meski belanja pemerintah mengalami pengetatan. Wafi menyebut, segmen ini ditopang oleh siklus pembaruan perangkat di segmen korporasi (B2B) serta permintaan ritel yang stabil.
Sementara itu, Abida menambahkan bahwa basis pelanggan korporasi swasta menjadi penopang utama, ditambah kebutuhan refresh perangkat serta adopsi teknologi seperti artificial intelligence yang mendorong peningkatan spesifikasi.
“Permintaan dari korporasi swasta tidak seperti siklus belanja pemerintah, sehingga membantu menjaga stabilitas penjualan,” kata Abida.
Lebih lanjut, kedua analis sepakat bahwa segmen Solusi dan Konsultasi Digital menjadi pendorong utama pertumbuhan MTDL ke depan. Wafi menilai prospek segmen ini cerah seiring kebutuhan transformasi digital, migrasi cloud, dan peningkatan kebutuhan cybersecurity.
Baca Juga: Biaya Utang Masih Murah, Pefindo Catat Kupon Obligasi Mulai Naik Tipis
Abida menambahkan, pada 2025 pendapatan segmen solusi tumbuh 20,5% secara tahunan, didorong oleh layanan cloud, AI, dan managed services. Kontribusi laba dari segmen ini juga diproyeksikan meningkat seiring penetrasi ke segmen enterprise.
“Kolaborasi dengan Workday dan Mercer untuk solusi HCM berbasis AI turut memperluas basis klien sekaligus mendorong recurring income,” imbuhnya.
Dari sisi strategi, model bisnis berbasis subscription dinilai efektif untuk menjaga stabilitas kinerja. Wafi menilai strategi ini mampu menciptakan pendapatan berulang yang meredam volatilitas bisnis hardware.
“Secara struktural juga mempertebal margin pada 2026,” katanya.
Sejalan dengan itu, Abida menyebut layanan berbasis kontrak tahunan seperti managed services dan cloud dapat meningkatkan visibilitas pendapatan serta memperkuat stabilitas margin ke depan.
“Kontribusi recurring income diproyeksikan semakin material pada 2026,” ujarnya.
Dari sisi rekomendasi, Wafi memberikan rating buy untuk saham MTDL dengan target harga Rp 650 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













