kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

SBR015 Segera Terbit, Kupon 6,75%-6,85% Jadi Daya Tarik Investor


Sabtu, 26 September 2026 / 05:00 WIB
SBR015 Segera Terbit, Kupon 6,75%-6,85% Jadi Daya Tarik Investor
ILUSTRASI. Pemerintah menawarkan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015 dengan tingkat kupon awal 6,75% untuk tenor dua tahun dan 6,85% untuk tenor empat tahun (KOMPAS/Priyombodo)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menawarkan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015 dengan tingkat kupon awal 6,75% untuk tenor dua tahun dan 6,85% untuk tenor empat tahun. Besaran kupon tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi investor ritel di tengah arah suku bunga yang masih berpotensi mengalami perubahan.

Penawaran SBR015 akan berlangsung mulai 28 September hingga 22 Oktober 2026. Untuk tenor dua tahun, pemerintah menetapkan kuota nasional sebesar Rp 15 triliun dengan minimum pembelian Rp 1 juta dan maksimum Rp 5 miliar.

Sementara itu, SBR015 tenor empat tahun memiliki kuota nasional Rp 5 triliun. Minimum pembelian ditetapkan sebesar Rp 1 juta, sedangkan batas maksimum pembelian mencapai Rp 10 miliar.

Chief Operating Officer (COO) Bareksa, Ni Putu Kurniasari, menyebut tingkat kupon SBR015 masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan seri SBR dalam tiga tahun terakhir. Namun, tingkat kupon tersebut kemungkinan berada di bawah kupon Obligasi Negara Ritel (ORI) yang diterbitkan sebelumnya.

Baca Juga: Bitcoin Mulai Pulih, Ini Proyeksi Harga BTC dan Ethereum hingga Akhir 2026

"Saya rasa kupon masih jadi yang tertinggi dibanding SBR dalam tiga tahun terakhir ini, tapi mungkin lebih rendah dari ORI kemarin ya, karena saya lihat yield SBN mulai stabil," ujar Ni Putu kepada Kontan, Jumat (25/9/2026).

Menurut Ni Putu, daya tarik SBR015 juga terletak pada karakteristik kupon floating with floor. Dengan skema tersebut, tingkat kupon dapat meningkat apabila suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) naik. Sebaliknya, apabila BI Rate turun, tingkat kupon SBR015 tidak akan lebih rendah dari batas minimum yang telah ditetapkan.

"Karena ini SBR, di mana akan ada floating rate. Jadi jika nantinya BI Rate jadi meningkat, kupon yang diterima investor bisa di-adjust saat itu," katanya.

Saat ini, BI mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Dengan karakteristik floating with floor, perubahan BI Rate menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat kupon SBR015 pada periode berikutnya.

Tenor Pendek Lebih Diminati

Ni Putu mengatakan, berdasarkan pengalaman Bareksa, SBN ritel dengan tenor yang lebih pendek cenderung lebih diminati investor.

"Untuk SBN ritel dalam pengalaman kami, tenor pendek biasanya lebih diminati, karena kebanyakan SBN digunakan untuk parkir jangka menengah yang dirasa aman, tapi berpotensi imbal hasil lebih dari deposito," jelasnya.

Sebagai pembanding, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan per 21 September 2026, penerbitan SR025 berhasil menghimpun dana sebesar Rp 29,77 triliun.

Realisasi tersebut terdiri dari SR025 tenor tiga tahun sebesar Rp 24,94 triliun dengan tingkat imbalan tetap 6,80%. Sementara itu, SR025 tenor lima tahun menghimpun Rp 4,83 triliun dengan tingkat imbalan sebesar 6,90%.

Baca Juga: Sinar Mas Agro (SMAR) Siapkan Dana Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Rp 958 Miliar

Ni Putu mengatakan capaian SR025 menunjukkan bahwa minat investor terhadap SBN ritel masih cukup kuat.

"SR025 kemarin masuk seri SR tertinggi kedua kalau saya tidak salah. Jadi karena SBR ini kuponnya masih di tren suku bunga naik, saya rasa minatnya masih tinggi," tuturnya.

Sebagai informasi, kupon SBR015 akan dibayarkan setiap tanggal 10. Pembayaran kupon pertama dijadwalkan pada 10 Desember 2026 dan merupakan long coupon.

Penetapan hasil penjualan SBR015 dijadwalkan pada 26 Oktober 2026. Selanjutnya, setelmen akan dilakukan pada 28 Oktober 2026.

Tingkat kupon SBR015 juga lebih tinggi dibandingkan SBR014. Berdasarkan data DJPPR, SBR014 tenor dua tahun mencatatkan total pemesanan pembelian sebesar Rp 11,60 triliun dengan kupon 6,25%. Sementara itu, tenor empat tahun mencapai Rp 3,32 triliun dengan kupon 6,35%.

Setelah SBR015, pemerintah masih akan menerbitkan satu instrumen SBN ritel lagi pada akhir tahun.

Berdasarkan jadwal DJPPR Kementerian Keuangan, Sukuk Tabungan (ST) seri ST017 akan ditawarkan pada 6 November hingga 2 Desember 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×