Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) terus memperluas bisnis dari penyedia menara telekomunikasi menjadi platform infrastruktur digital, dengan membidik peluang pertumbuhan dari pengembangan 5G, kecerdasan buatan (AI) dan konektivitas.
Direktur Sarana Menara Nusantara Indra Gunawan mengatakan transformasi tersebut dilakukan dengan mengembangkan ekosistem yang mencakup menara, jaringan fiber optik, konektivitas, energi hingga layanan terkelola.
“Kami sudah bertransformasi dari awalnya hanya sebagai traditional tower provider sehingga saat ini menjadi digital infrastructure platform,” jelasnya dalam paparan publik, Selasa (8/9).
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Bergerak Terbatas, Intip Faktor Penggerak dan Proyeksi Rabu (9/9)
Saat ini, TOWR mengelola sekitar 36.900 menara dan 182.600 kilometer jaringan fiber optik. Indra bilang infrastruktur tersebut menjadi modal untuk menangkap pertumbuhan kebutuhan jaringan seiring ekspansi 5G dan perkembangan layanan berbasis AI.
Indra melihat ruang pertumbuhan infrastruktur telekomunikasi Indonesia masih besar. Pengembangan 5G, fixed wireless access (FWA), serta pemanfaatan spektrum baru berpotensi meningkatkan kebutuhan menara dan jaringan fiber sebagai pendukung konektivitas.
Cakupan 5G Indonesia yang masih kurang dari 6% juga memberikan peluang bagi TOWR. Menurut Indra, ekspansi 5G membutuhkan jaringan fiber yang lebih kuat karena fiber menjadi backbone, transmisi, dan backhaul jaringan.
Selain ekspansi organik, TOWR memperkuat ekosistem digital melalui aksi korporasi, termasuk akuisisi PT Bach Multi Global Tbk (BACH). BACH bergerak dalam penyediaan genset serta konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.
“Akuisisi BACH diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan kontrol lebih besar terhadap layanan pemeliharaan infrastruktur TOWR,” jelas Indra.
Di sisi lain, TOWR juga mengembangkan bisnis di luar menara melalui konektivitas, fiber-to-the-tower (FTTT), fiber-to-the-home (FTTH), SaaS, sistem integrasi, payment gateway, serta solusi energi dan infrastruktur digital berbasis AI.
Indra menyampaikan strategi tersebut mulai tercermin dalam kinerja semester I-2026. Pendapatan TOWR mencapai Rp7,21 triliun, tumbuh 12,7% secara tahunan, sementara laba bersih meningkat 12,4% menjadi Rp1,86 triliun.
Bisnis konektivitas menjadi salah satu penopang utama dengan pertumbuhan pendapatan 33,8% secara tahunan. Sementara itu, TOWR memiliki contracted revenue sekitar Rp 100,1 triliun yang memberikan visibilitas pendapatan hingga 2045.
Baca Juga: IHSG Ditutup Naik 1,01% ke 6.686 pada Selasa (8/9), MBMA, MDKA, AMMN Top Gainers LQ45
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














