kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.658   1,00   0,01%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

Rupiah Diprediksi Bergerak Terbatas, Intip Faktor Penggerak dan Proyeksi Rabu (9/9)


Selasa, 08 September 2026 / 16:15 WIB
Rupiah Diprediksi Bergerak Terbatas, Intip Faktor Penggerak dan Proyeksi Rabu (9/9)
ILUSTRASI. Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS (TRIBUNNEWS/Jeprima)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi diwarnai kombinasi sentimen eksternal dan domestik setelah sempat menguat di pasar spot pada perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (8/9/2026), rupiah spot menguat 0,05% atau naik 8,00 poin ke level Rp 17.632 per dolar AS.

Sementara itu, kurs transaksi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menguat 0,20% dari posisi Rp 17.653 per dolar AS pada hari sebelumnya menjadi Rp 17.618 per dolar AS.

Baca Juga: IHSG Ditutup Naik 1,01% ke 6.686 pada Selasa (8/9), MBMA, MDKA, AMMN Top Gainers LQ45

Pada perdagangan Selasa (8/9/2026), pergerakan rupiah menguat ditopang oleh indeks dolar AS yang cenderung konsolidatif serta posisi cadangan devisa Agustus 2026 sebesar US$ 146,5 miliar yang memberikan amunisi bagi Bank Indonesia. Selain itu, optimalisasi penyerapan likuiditas lewat Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turut menjaga kepercayaan pasar.

Ekonom Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menyampaikan bahwa arah pergerakan mata uang Garuda pada perdagangan Rabu (9/9) bakal banyak dipengaruhi oleh penantian kejelasan arah kebijakan moneter di AS.

Selain itu, pergerakan harga minyak mentah dunia yang bertahan tinggi akibat eskalasi geopolitik serta pengetatan pasokan global turut membayangi sentimen rupiah terkait beban impor energi.

Dari dalam negeri, pasar mencermati kualitas penyangga eksternal cadangan devisa di tengah kebutuhan pembayaran utang luar negeri, efektivitas penyerapan likuiditas SRBI, hingga dinamika aliran modal asing di pasar SBN dan saham.

"Pelaku pasar terus mencermati rilis data ekonomi Amerika Serikat lanjutan, terutama indikator tenaga kerja dan inflasi untuk mengukur kepastian apakah bank sentral AS akan benar-benar menahan suku bunga atau kembali mengambil sikap hawkish," ungkap Rahma kepada Kontan, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Masih Bullish, Begini Proyeksi Harga Tembaga di Akhir 2026

Rahma menambahkan bahwa koordinasi instrumen moneter domestik tetap memegang peranan krusial untuk menjaga daya tarik aset portofolio pasar keuangan dalam negeri.

"Konsistensi efektivitas instrumen penyerapan likuiditas domestik seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan operasi pasar valas dalam menjaga daya tarik aset portofolio asing agar tetap betah di pasar keuangan dalam negeri," tegasnya.

Rahma memproyeksikan rupiah pada perdagangan Rabu (9/9) bergerak fluktuatif namun terbatas di rentang Rp 17.580 hingga Rp 17.680 per dolar AS. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×