kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.753   44,00   0,25%
  • IDX 6.525   7,36   0,11%
  • KOMPAS100 852   3,39   0,40%
  • LQ45 644   2,00   0,31%
  • ISSI 229   -0,13   -0,06%
  • IDX30 360   1,47   0,41%
  • IDXHIDIV20 443   4,53   1,03%
  • IDX80 97   0,33   0,34%
  • IDXV30 124   2,23   1,83%
  • IDXQ30 115   0,70   0,62%

Restrukturisasi Anak Usaha Dinilai Minim Dampak, Cek Rekomendasi Sarana Menara (TOWR)


Senin, 01 Juni 2026 / 11:07 WIB
Restrukturisasi Anak Usaha Dinilai Minim Dampak, Cek Rekomendasi Sarana Menara (TOWR)
ILUSTRASI. rekomendasi saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Langkah PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mendorong dua anak usahanya, yakni PT Solusi Tunas Pratama Tbk (IBST) dan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (SUPR), untuk delisting dan menjadi perusahaan tertutup dinilai tidak akan memberikan dampak material terhadap kinerja perseroan.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su mengatakan, aksi korporasi tersebut relatif tidak mengubah kondisi fundamental TOWR mengingat kepemilikan perseroan di kedua entitas tersebut sudah sangat dominan.

“Tidak terdampak karena saat ini TOWR sudah memiliki 99,95% saham IBST dan 99,92% saham SUPR,” ujar Harry kepada Kontan, Jumat (29/5/2026).

Seperti diketahui, TOWR tengah mempercepat restrukturisasi grup dengan mendorong IBST dan SUPR untuk melakukan delisting sekaligus go private. 

Baca Juga: IHSG Rawan Terkoreksi pada Selasa (2/6), Begini Skenario Pergerakan Pekan Ini

SUPR telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 20 Mei 2026. Sementara itu, IBST masih menunggu persetujuan pemegang saham dan dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Juni 2026, jika tidak ada perubahan agenda.

Meski dampak restrukturisasi dinilai terbatas, Harry melihat prospek bisnis TOWR pada 2026 masih ditopang oleh perbaikan industri telekomunikasi.

Ada pun TOWR diperkirakan akan ada penambahan sekitar 500 menara baru pada sepanjang 2026 dan 2027, dengan rasio tenancy masing-masing sebesar 1,6 kali. 

Menurutnya, peningkatan average revenue per user (ARPU) operator telekomunikasi berpotensi mendorong pertumbuhan laba operator. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan operator dalam mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk memperluas cakupan jaringan.

“Perbaikan ARPU pada sektor telekomunikasi akan meningkatkan bottom line mereka untuk alokasi capex penambahan penetration area yang lebih besar,” jelas Harry.

Peningkatan investasi jaringan dari operator telekomunikasi tersebut dinilai akan menjadi katalis positif bagi perusahaan menara telekomunikasi, termasuk TOWR, karena berpotensi meningkatkan kebutuhan infrastruktur pendukung jaringan.

Namun demikian, Harry mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dicermati. Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, daya beli masyarakat yang lemah, serta potensi inflasi yang tinggi diperkirakan menjadi sentimen negatif bagi sektor telekomunikasi dan menara telekomunikasi.

 

Menurut dia, tekanan terhadap industri telekomunikasi dapat mempengaruhi agresivitas operator dalam melakukan ekspansi jaringan dan investasi infrastruktur.

Meski demikian, Harry tetap memberikan rekomendasi positif terhadap saham TOWR. Ia merekomendasikan investor untuk beli dengan target harga Rp 1.050 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×