Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.460
  • EMAS662.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Samuel Sekuritas: Buy saham Sarana Menara (TOWR)

Jumat, 29 Maret 2019 / 06:54 WIB

Samuel Sekuritas: Buy saham Sarana Menara (TOWR)
ILUSTRASI. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR, anggota indeks Kompas100 ini) diperkirakan masih mampu menjaga kinerja keuangan yang positif tahun ini. Hal ini sejalan dengan perpanjangan kontrak menara yang baru saja didapat oleh perusahaan.

Induk usaha Protelindo, KIN, dan iForte tersebut baru saja mendapat pembaruan kontrak sewa lebih dari 9.000 menara. Perpanjangan ini otomatis membuat perolehan nilai kontrak perusahaan meningkat.


"Dampaknya, total nilai kontrak yang kami miliki dari semua lini bisnis naik menjadi RP 43,1 triliun dari sebelumnya Rp 26,1 triliun," ujar Adam Gifari, Wakil Direktur Utama TOWR, Kamis (28/3).

Perpanjangan dilakukan untuk titik yang masa sewanya bakal habis pada 2019 hingga 2022. Sehingga, masa sewa anyar terpanjang baru akan jatuh tempo pada 2032 nanti.

Tarif dasar atau base rate sewa bulanan untuk kontrak-kontrak perpanjangan ini konsisten dengan tarif TOWR untuk pembangunan menara baru (build-to-suit) dan sewa kolokasi.

Harga sewa juga akan disesuaikan dengan perubahan laju inflasi di Indonesia sebagai salah satu komponen sewa dalam perjanjian.

Masih konservatif

Sebagian perolehan kontrak tersebut bakal dibukukan tahun ini. Meski belum merinci berapa target kinerja keuangan perusahaan, Adam memastikan, kinerja keuangan tetap akan berada dalam jalur positif. "Untuk pendapatan tahun ini diperkirakan high single digit," kata Adam.

Sedikit gambaran, target pertumbuhan tersebut setara dengan 9%. Artinya, TOWR membidik pendapatan 2019 sebesar Rp 6,39 triliun.

Adapun realisasi pendapatan 2018 sebesar Rp 5,87 triliun. Angka ini juga naik 9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 5,34 triliun.

Sementara, beban pokok perusahaan naik 54% menjadi Rp 427,52 miliar. Alhasil. laba kotor perusahaan hanya naik 4% menjadi Rp 4,32 triliun.

Sejumlah beban lainnya seperti biaya keuangan juga naik 27% menjadi Rp 872,28 miliar. Imbasnya, laba bersih TOWR hanya naik tipis, sebesar 5% menjadi Rp 2,2 triliun.

Meski beban di industri menara telekomunikasi terbilang tinggi, TOWR merupakan salah satu yang paling solid. Rasio net debt/EBITDA selama empat tahun terakhir terjaga di bawah 2 kali.

Sementara, rata-rata industrinya sekitar 3,8 kali. "Kondisi keuangan TOWR sangat sehat," tulis analis Samuel Sekuritas Yosua Zisokhi dalam riset 20 Februari.

Selain itu, permintaan di industri ini juga masih tinggi. Indosat dan XL diperkirakan perlu 7.000-10.000 site baru untuk bisa menyamai jangkauan Telkomsel.

Sementara ini, Yosua merekomendasikan buy dengan target harga Rp 1.075 per saham. Kemarin, saham TOWR anteng di level Rp 775 per saham.


Reporter: Dityasa H Forddanta
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0602 || diagnostic_web = 0.3456

Close [X]
×