kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Sampoerna Agro (SGRO) belum memiliki rencana bangun pabrik biodiesel


Selasa, 28 Agustus 2018 / 20:44 WIB
Sampoerna Agro (SGRO) belum memiliki rencana bangun pabrik biodiesel
ILUSTRASI. Sampoerna Agro


Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia tengah menggodok peraturan yang mewajibkan penggunaan solar campuran biodiesel 20% (B20). Kebijakan ini akan berlaku pada 1 September 2018. Kebijakan ini diyakini akan memberi pengaruh positif bagi emiten perkebunan sawit seperti PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO). 

Presiden Direktur SGRO, Marc Louette mengatakan pihaknya sangat mendukung kebijakan B20 yang tengah disiapkan pemerintah. "Kebijakan B20 atau bahkan jika dinaikan menjadi B30, jika terealisasi tentu akan sangat membantu kami. Oversupply di pasar akan berkurang dan dengan sendirinya akan naikan harga CPO di pasar," jelasnya, Selasa (28/8).

Walau prospektif, namun Investor Relations SGRO, Michael Kesuma mengatakan, pihaknya belum berencana untuk membangun pabrik biodiesel. "Saat ini kami belum ada rencana bangun pabrik khusus biodiesel. Kami masih fokus ke pengembangan land bank kami yang kapasitasnya cukup besar sebesar 30 ribu hektare," jelasnya.

Michael juga bilang dalam beberapa tahun ke depan pihaknya akan fokus untuk tingkatkan kualitas produk kelapa sawit dan melakukan efisiensi di bagian operasional. "Kami juga akan naikkan produktivitas tanaman dan manajemen keuangan sehingga profitabilitasnya menjadi baik lagi," tambahnya.

Michael juga mengungkapkan bahwa kinerja SGRO hingga Juni 2018 masih kurang bagus karena dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas. Tapi, ia optimis dengan kinerja semester II-2018 ini sebab ada peningkatan volume produksi.

"Karena pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Ketapang, Kalimantan Barat telah beroperasi sejak Juli kemarin dan struktur biaya yang lebih ramping," kata Michael. 

Semester II-2018 akan jadi puncak kenaikan volume produksi sawit SGRO yakni hingga 40% dibanding semester I 2018. "Target produksi inti sawit diharapkan naik 20% hingga 25%. Sedangkan produksi minyak sawit diharapkan mencapai 370.000 ton," ujar Michael. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×