kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Saham-saham berikut layak dicermati pergerakannya


Rabu, 27 Juni 2012 / 10:32 WIB
Saham-saham berikut layak dicermati pergerakannya


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

JAKARTA. Beberapa saham berikut patut menjadi perhatian di awal transaksi. Beberapa naik signifikan, sebaliknya sejumlah saham juga tergerus. Sektor apa saja?

Eriza Bakar, direktur PT Semen Gresik Tbk (SMGR) memprediksi, permintaan semen di pasar domestik pada paruh pertama 2012 bisa tumbuh antara 15%-16%. Semen Gresik merupakan produsen semen terbesar tanah air. Emiten dengan kode saham SMGR ini kemungkinan besar menghabiskan dana hingga Rp 6,96 triliun untuk membangun dua pabrik di Sumatra dan Jawa.

Saham SMGR lompat 0,4% ke Rp 11.300. Saham semen lain yang turut kecipratan adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) yang merupakan produsen semen terbesar kedua setelah SMGR. INTP naik 1,5% ke Rp 16.950. Sedangkan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) yang merupakan produsen terbesar ketiga justru bergeming. Saham SMCB tetap di level Rp 2.375.

Di sektor perbankan, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bisa terus dikawal perkembangannya. Bank berstatus Badan usaha Milik Negara (BUMN) ini berencana melebarkan sayap investasi di Myanmar, Vietnam dan Thailand. Mandiri berambisi menjadi pemberi pinjaman terbesar ketiga di Asia Tenggara pada 2020. Saham BMRI justru mundur 0,7% ke Rp 6.950.

Terakhir, meski belum bergerak, saham milik PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) layak dicermati. Katalisnya adalah, harga gandum untuk pengiriman September melonjak ke level tertinggi sembilan bulan ke US$ 7,5525 per bushel di pasar Chicago. Saham ICBP yang merupakan perusahaan pembuat mie instan terbesar di Indonesia tak berubah di level Rp 5.700.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×