kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Saham poultry CPIN dan JPFA menguat, ini yang jadi faktor pendukungnya


Kamis, 24 Oktober 2019 / 05:15 WIB
Saham poultry CPIN dan JPFA menguat, ini yang jadi faktor pendukungnya
ILUSTRASI. Distribusi DOC: Peternak memberi makan Day Old Chick (DOC) di kandangnya di kawasan Bogor, Jawa Barat, Senin (14/10). Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) meminta Pemerintah tegas mengatur distribusi DOC, 50% untuk perusahaan integrasi dan afilia

Reporter: Irene Sugiharti | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah saham poultry seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menguat beberapa waktu ke belakang.

Berdasarkan data RTI, harga saham CPIN pada rabu (23/10) menguat 2,68% ke Rp 6.700 per saham. Tidak hanya mengokohkan diri di top daily movers, CPIN juga masuk dalam kategori top movers saham sepanjang bulan Oktober 2019. Bulan ini, harga saham CPIN sudah menguat 25,2%.

JPFA pun menunjukkan kenaikan harga saham. Rabu (23/10), harga saham JPFA menguat 5,44% ke level Rp 1.745. Sepekan terakhir harga saham JPFA sudah menguat 10,44%. Sebulan ke belakang, harga saham JPFA menguat 19,11%.

Baca Juga: Kinerja tetap ciamik, saham-saham ini mampu menahan laju penurunan IHSG pada Oktober

Analis MNC Sekuritas Catherina Vincentia menyebut, kenaikan harga saham emiten poultry didukung oleh permainan supply dan demand. Oleh karena itu, sentimen yang berhasil menggerakan harga saham dua emiten poultry ini hanya bersifat jangka pendek.

“Kenaikannya ini didorong sentimen supply day old chicken (DOC). Sebelumnya DOC sempat oversupply hingga Kementerian mengarahkan untuk mengurangi DOC dengan cara menarik telur tetas fertil sehingga supply berkurang maka mendorong kenaikan harga,” kata Cathy, Rabu (23/10).


Tag


TERBARU

×