kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Saham perbankan big cap cuan besar, ini kata analis


Kamis, 12 November 2020 / 20:32 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di kantor cabang BRI Tangerang Selatan, Jumat (23/10).


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Okie menilai, sejauh ini kenaikan dari saham  bank big caps masih dalam tahap wajar. Ambil contoh, saham BBCA yang secara historis memang selalu diperdagangkan dengan premium. Begitu juga dengan saham BBRI dan BMRI.

“Jadi, cukup jarang emiten tersebut diperdagangkan di bawah nilai bukunya,” sambung Okie. Untuk saham perbankan, Pilarmas Investindo Sekuritas masih menyematkan rekomendasi overweight.

Senada, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai, kenaikan yang terjadi secara signifikan di saham-saham perbankan ini membuat harganya menjadi overvalued. Ambil contoh, saham BBRI yang hari ini ditutup di level Rp 3.950 memiliki nilai wajar (fair value) di level Rp 3.914.

Baca Juga: Asing lego saham-saham ini saat IHSG menguat, Rabu (14/10)

Sukarno menilai, kenaikan saham-saham  ini karena ada arus dana asing (foreign inflow) yang masuk ke saham-saham tersebut sehingga membuat harganya meningkat signifikan. “Dengan kata lain, market maker-nya adalah investor asing itu sendiri,” ujar Sukarno, Kamis (12/11).

Mengutip RTI, saham-saham perbankan dengan kapitalisasi pasar besar memang menjadi buruan asing. Saham BBCA misalnya, dalam sepekan jumlah dana asing yang masuk mencapai Rp 1,45 triliun.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×