Reporter: Avanty Nurdiana, Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) kembali melesat setelah perusahaan berganti bisnis dan nama dari sebelumnya PT Multi Makmur Lemindo Tbk. Penguatan saham PIPA juga terjadi di tengah rencana perusahaan mengakuisisi perusahaan yang bergerak di bisnis pengolahan gas bumi.
Pada perdagangan Jumat (21/8/2026), saham PIPA ditutup melonjak 16,99% ke level Rp 179 per saham. Dalam lima hari perdagangan terakhir, saham PIPA telah mengakumulasi kenaikan sebesar 40,94%.
Di tengah lonjakan saham tersebut, PIPA tengah memfinalisasi rencana akuisisi perusahaan pengolahan gas bumi bersama PT Morris Capital Indonesia (MCI).
Baca Juga: Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi dalam 3 Bulan Didukung Pelemahan Dolar AS
Berdasarkan keterbukaan informasi, PIPA dan MCI menargetkan penyelesaian serta penandatanganan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) atas transaksi tersebut pada Agustus 2026.
Sekretaris Perusahaan Oxala Energy International Haerul Maelani dalam keterbukaan informasi di BEI pada Rabu (19/8/2026) mengatakan, rencana transaksi masih harus melewati sejumlah tahapan sebelum dapat direalisasikan.
“Para pihak menargetkan penyelesaian dan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat atas rencana akuisisi ini pada bulan Agustus 2026,” tulis Haerul dalam keterbukaan informasi yang dirilis Rabu (19/8/2026).
Adapun perusahaan yang menjadi target akuisisi telah beroperasi sekitar 14 tahun. Perusahaan tersebut sebelumnya menjalankan kegiatan usaha di bidang perdagangan alat teknik, konstruksi, dan jasa konsultan teknik dengan omzet sekitar Rp 40 miliar per tahun.
Sejak 2025, perusahaan target mulai melakukan ekspansi ke bisnis pengolahan minyak dan gas bumi. Ekspansi ini ditandai dengan perolehan sejumlah kontrak strategis dengan nilai lebih dari US$ 100 juta.
Dari sisi keuangan, total aset perusahaan target per 31 Desember 2025 tercatat sekitar Rp 476 miliar. Nilai tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp 920 miliar pada akhir 2026.
Tak hanya itu, perusahaan target disebut memiliki potensi pendapatan sekitar Rp 250 miliar per tahun dengan margin EBITDA sekitar 60%.
Meski memiliki potensi bisnis yang cukup besar, PIPA belum mengungkapkan identitas perusahaan target maupun nilai transaksi akuisisi tersebut.
Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) Akuisisi Bisnis Otomotif, Begini Prospeknya ke Depan
Haerul mengatakan, rencana akuisisi ini merupakan bagian dari strategi PIPA untuk memperluas kegiatan usaha ke sektor energi. Jika terealisasi, bisnis pengolahan gas bumi perusahaan target diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perseroan sekaligus memperkuat transformasi bisnis PIPA ke sektor energi.
“Apabila rencana akuisisi terealisasi, kegiatan usaha pengolahan gas bumi Perusahaan Target diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Perseroan serta memperkuat transformasi bisnis ke sektor energi,” kata Haerul.
Selain membuka sumber pertumbuhan baru, transaksi ini juga diproyeksikan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan, efisiensi EBITDA, serta kinerja keuangan konsolidasian PIPA pada masa mendatang.
Namun, rencana akuisisi tersebut hingga kini belum bersifat final dan mengikat. Pelaksanaan transaksi masih bergantung pada finalisasi dan penandatanganan perjanjian definitif serta pemenuhan berbagai persyaratan pendahuluan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














