kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.895   -16,00   -0,09%
  • IDX 6.199   5,65   0,09%
  • KOMPAS100 798   1,40   0,18%
  • LQ45 610   1,74   0,29%
  • ISSI 218   0,09   0,04%
  • IDX30 338   1,08   0,32%
  • IDXHIDIV20 433   1,59   0,37%
  • IDX80 91   0,19   0,21%
  • IDXV30 118   -0,08   -0,07%
  • IDXQ30 110   0,51   0,47%

FTSE Russel Pertahankan Indonesia di Emerging Market


Rabu, 07 Oktober 2026 / 08:43 WIB
FTSE Russel Pertahankan Indonesia di Emerging Market
ILUSTRASI. Melansir pengumuman pada Rabu (7/10/2026) pagi WIB, FTSE Russel memutuskan tidak memasukan pasar saham Indonesia ke watchlist.? (Omar Marques/SOPA Images via Reuters)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. FTSE Russel mempertahankan status pasar saham Indonesia di emerging market.

Melansir pengumuman pada Rabu (7/10/2026) pagi WIB, FTSE Russel memutuskan tidak memasukan pasar saham Indonesia ke watchlist.

FTSE Russell terus memantau secara cermat reformasi integritas pasar modal di Indonesia. 

Menyusul penundaan perubahan indeks tertentu untuk Indonesia pada tinjauan indeks bulan Maret, Juni, dan September 2026, FTSE Russell sedang mengevaluasi efektivitas langkah-langkah reformasi yang baru saja diterapkan dalam mendukung transisi yang tertib dan stabil kembali ke proses tinjauan indeks standar.

“Hal itu telah diuraikan dalam FAQ FTSE Russell mengenai Perlakuan terhadap Efek Indonesia,” tulis pengumuman tersebut.

Baca Juga: Keluar dari Indeks FTSE Russell, Cermati Rekomendasi Saham ALII dan SILO

FTSE Russel menilai Indonesia telah menerapkan berbagai reformasi pasar, termasuk peningkatan keterbukaan informasi bagi pemegang saham, perluasan kategori klasifikasi investor, persyaratan free float minimum, serta peningkatan perangkat pengawasan pasar. 

Langkah-langkah ini ditujukan untuk mengatasi kekhawatiran yang sebelumnya teridentifikasi terkait transparansi dan replikabilitas data. 

“FTSE Russell akan terus memantau penerapan dan efektivitas langkah-langkah tersebut serta berinteraksi dengan para pelaku pasar untuk menghimpun masukan,” tulis mereka

Lebih lanjut, FTSE Russell akan memberikan informasi terkini mengenai perlakuan terhadap sekuritas Indonesia menjelang tinjauan indeks bulan Desember 2026. 

Langkah ini dilakukan dengan mempertimbangkan kemajuan reformasi pasar serta masukan yang diterima dari para pemangku kepentingan. 

Alhasil, status pasar secondary emerging Indonesia pun ditetapkan tidak berubah. 

Indonesia ada dalam list secondary emerging market bersama dengan Chile, China, Kolombia, Mesir, Islandia, India, Kuwait, Filipina, Qatar, Romania, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab (UEA), dan Vietnam.

“FTSE Russell tidak menempatkan Indonesia dalam daftar pantauan (watch list) dan akan terus memantau perkembangan pasar serta berinteraksi dengan para pelaku pasar sebagai bagian dari penilaian berkelanjutan yang dilakukannya,” sebut FTSE Russel.

Baca Juga: Vietnam Masuk Emerging Market FTSE, Bagaimana Dampak Terhadap Pasar Saham Indonesia?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×