kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Saham NIKL masuk dalam kategori UMA


Jumat, 04 Maret 2016 / 08:36 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) ke dalam kategori unusual market activity (UMA). Hal ini dikarenakan telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham NIKL diluar kebiasaan.

NIKL sendiri terakhir menyampaikan informasi pada tanggal 2 Maret 2016 melalui IDX Net mengenai penjelasan atas volatilitas.

Irvan Susandy Kepala Divisi Pengawasan Transaski dan Eko Siswanto, Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI menilai telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham NIKL di luar kebiasaan.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham NIKL tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," ujar keduanya dalam keterbukaan, Kamis (3/3).

Bursa menghimbau agar investor memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa dan mencermati kinerja serta keterbukaan informasi perseroan. Investor juga diharapkan mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Tak hanya itu, Bursa juga menghimbau investor agar mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul dikemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. Irvan dan Eko mengatakan, pengumuman UMA tersebut tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×