kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.854   -36,00   -0,20%
  • IDX 6.336   34,64   0,55%
  • KOMPAS100 829   6,27   0,76%
  • LQ45 632   4,63   0,74%
  • ISSI 219   1,85   0,85%
  • IDX30 353   2,23   0,63%
  • IDXHIDIV20 429   1,48   0,35%
  • IDX80 95   0,70   0,74%
  • IDXV30 118   0,89   0,76%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Saham kelas kakap jeblok, bursa digerakkan saham-saham small-mid caps


Sabtu, 31 Juli 2021 / 16:08 WIB
ILUSTRASI. Indeks SMC Composite yang mengukur kinerja harga saham dengan kapitalisasi pasar kecil dan menengah naik 14,41%.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham dengan kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi pemberat sejak awal tahun. Indeks saham justru digerakkan oleh saham-saham dengan nilai kapitalisasi pasar kecil dan menengah.

Lihat saja, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya menguat 1,52% dalam tujuh bulan sejak awal tahun 2021. Indeks LQ45 yang mengukur kinerja harga 45 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar justru turun 11,96% sejak awal tahun.

Sebaliknya, indeks SMC Composite yang mengukur kinerja harga dari saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar kecil dan menengah justru menguat 14,41%.

Perbandinga serupa bisa dilihat antara indeks Papan Utama yang turun 7,44% ketika indeks Papan Pengembangan melaju 61,85%. 

Baca Juga: Kinerja IDX BUMN20 masih tertekan sejak awal tahun, begini kata analis

Berdasarkan data BEI, saham-saham dengan kapitalisasi besar justru menjadi laggard atau pemberat IHSG. Pemberat utama IHSG adalah saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang merosot 42,6% sejak awal tahun.

Berikut saham pemberat IHSG sejak awal tahun, urut berdasarkan point terhadap indeks:

  1. Unilever Indonesia (UNVR) yang harganya turun 42,6% ytd
  2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang harganya turun 11% 
  3. HM Sampoerna (HMS) yang harganya turun 30,6%
  4. Astra International (ASII) yang harganya turun 21,7%
  5. Bank Mayapada Internasional (MAYA) yang harganya turun 68,5%
  6. Bank Mandiri (BMRI) yang harganya turun 9,9%
  7. Semen Indonesia (SMGR) yang harganya turun 38%
  8. United Tractors (UNTR) yang harganya 26,5%
  9. Bank Negara Indonesia (BBNI) yang harganya turun 22,6%




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×