CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

Saham Jasa Marga (JSMR) Masih Terkoreksi Sejak Awal 2026, Simak Prospeknya


Rabu, 09 September 2026 / 18:48 WIB
Saham Jasa Marga (JSMR) Masih Terkoreksi Sejak Awal 2026, Simak Prospeknya
ILUSTRASI. Jalan Tol (Jasa Marga/Jasa Marga)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) masih turun di tengah progres proyek dan upaya akselerasi kinerja operasional.

Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, Ari Respati mengatakan, ada sejumlah ruas tol yang tengah dibangun dan siap beroperasi di tahun ini hingga 2028.

Di akhir 2026, Jasa Marga akan mengoperasionalkan salah satunya adalah Jalan Tol Jogja-Bawen seksi 6. Khususnya, seksi Ambarawa-Bawen dengan panjang sekitar 4,98 kilometer (km) yang telah siap sudah memasuki masa uji laik fungsi dan operasi (ULFO). 

Baca Juga: Simak Proyeksi Pergerakan IHSG untuk Kamis (10/9), Usai Ditutup Melemah Hari Ini

“Diharapkan ini akan dapat dioperasionalkan di November tahun 2026,” ujarnya dalam Pubex Live JSMR, Rabu (9/9/2026).

Tol Jogja-Bawen ini juga sudah masuk tahap penyelesaian terhadap ruas Yogyakarta-Banyurejo. Jasa Marga akan melakukan proses Profesional Hand Over (PHO) di akhir September setelah seluruh pekerjaan di lapangan selesai.

Lalu, pada ruas Jalan Tol Jogja-Solo, seksi Kartasura-Prambanan telah beroperasi komersial. Sedangkan, seksi Prambanan-Maguwoharjo dan Trihanggo-Junction Sleman masih dalam tahap konstruksi. “Target pengoperasioan secara bertahap di 2027,” katanya.

Selain itu, di akhir 2026 akhir atau awal 2027 ada 62 km jalan tol yang akan dioperasionalkan yang kemarin juga telah digunakan sebagai bagian dari fungsional, termasuk Tol Probolinggo-Banyuwangi.

Menurut Ari, progres konstruksi ruas Paiton-Besuki telah mencapai 92,66% dan akan menjalani ULFO. Secara keseluruhan, seluruh ruas Tol Probolinggo-Banyuwangi ditargetkan operasional kuartal I tahun depan. 

Sementara, progres konstruksi di ruas Gending-Kraksaan dan Kraksaan-Paiton telah mencapai 100%.

“Jalan tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 49,68 km yaitu Probolinggo-Situbondo Barat telah selesai dan saat ini proses ULFO untuk ruas Paiton-Besuki sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan operasional yang direncanakan pada awal 2027,” katanya.

Baca Juga: PER Saham Emiten Data Center Tembus Ratusan Kali, Analis Wanti-wanti Risiko Bubble

Kemudian, untuk ruas Jakarta-Cikampek (Japek II) Selatan tengah ada dalam proses pembangunan jalur Setu-Sadang.

Terakhir, Tol Akses Patimban yang saat ini telah masuk dalam tahap pembangunan dengan panjang sekitar 14 km. Pembangunan ini dijalankan dengan skema pendanaan Viability Gap Funding (VGF) atau dukungan kelayakan finansial dari pemerintah.

"Perseroan menargetkan agar dapat dioperasikan di tahun 2028," jelasnya.

Jasa Marga telah menyerap anggaran belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 4,4 triliun sepanjang semester I 2026.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, hingga semester I 2026, serapan capex operasional pemeliharaan dan investasi pembangunan jalan tol telah terealisasi sebesar Rp 4,4 triliun. 

Baca Juga: Harga Emas Masih Konsolidasi, Berpeluang Kembali Bullish di Akhir 2026

Serapan capex JSMR hingga akhir tahun ini diakui sangat tergantung pada kondisi realisasi di lapangan.

“Namun kami estimasikan bahwa capex investasi sampai dengan akhir tahun 2026 adalah mencapai sekitar Rp 12 triliun,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Di tengah akselerasi proyek jalan tol tersebut, saham JSMR tercatat terkoreksi sejak awal tahun 2026. Melansir RTI, JSMR parkir di level Rp 3.010 per saham, turun 11,73% year to date (YTD).

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai penurunan saham JSMR justru mulai menciptakan peluang risk-reward yang lebih menarik, meskipun investor tetap perlu mengantisipasi volatilitas pasar dalam jangka pendek. 

Fundamental bisnis JSMR relatif defensif karena ditopang pendapatan berulang dari jalan tol. Sehingga, apabila pasar mulai mengapresiasi pertumbuhan trafik, kenaikan tarif, serta potensi perbaikan struktur keuangan melalui asset recycling, ruang pemulihan saham masih terbuka. 

Oleh karena itu, JSMR masih menarik untuk dikoleksi secara bertahap bagi investor dengan horizon menengah hingga panjang, terutama apabila terjadi pelemahan harga yang tidak disertai perubahan fundamental. 

“Strateginya lebih tepat melalui akumulasi bertahap, sembari mencermati perkembangan trafik, arus kas, leverage, capex, dan kebijakan asset recycling sebagai katalis utama,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (9/9).

Dari sisi fundamental, prospek kinerja JSMR pada akhir 2026 hingga 2027 masih cukup positif, dengan pertumbuhan yang cenderung gradual. 

Bisnis inti jalan tol tetap menjadi penopang utama karena memberikan recurring income yang relatif stabil, didukung oleh pertumbuhan volume lalu lintas, penyesuaian tarif tol, optimalisasi ruas eksisting, serta kontribusi ruas-ruas baru.

Selain itu, program asset recycling berpotensi membantu perseroan mengoptimalkan portofolio aset sekaligus memperbaiki struktur permodalan. 

Dari sisi pemberat, JSMR masih menghadapi kebutuhan capex yang besar, beban bunga dan leverage yang perlu dijaga, serta risiko perlambatan ekonomi yang dapat menekan pertumbuhan trafik. 

Dengan basis aset yang besar dan karakter bisnis konsesi jangka panjang, kondisi aset JSMR tetap menjadi kekuatan struktural. Sementara, kemampuan menghasilkan arus kas dan mengendalikan utang akan menjadi kunci agar pertumbuhan laba dapat berkelanjutan. 

“Kinerja JSMR pada 2026–2027 masih berpeluang membaik secara bertahap, terutama apabila pertumbuhan trafik, penyesuaian tarif, dan efisiensi keuangan dapat berjalan optimal,” paparnya.

Nafan pun merekomendasikan add untuk JSMR dengan target harga di Rp 3.240 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×