kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Saham China di bursa Hongkong sandang predikat terburuk di dunia


Jumat, 10 Juni 2011 / 13:11 WIB
Robert Pattinson, vampir tampan di Twilight dan aktor film The Batman dikabarkan positif Covid-19.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

HONGKONG. Saham-saham China yang ditransaksikan di bursa Hongkong menjadi saham dengan performa paling buruk dunia bulan ini. Pemicunya, adanya kejahatan (fraud) di sejumlah perusahaan menambah kecemasan mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi.

The Hang Seng China Enterprises Index dari 40 perusahaan China sudah mengalami penurunan 6,7% pada bulan ini. Penurunan tersebut merupakan yang terbesar dari 91 indeks acuan global yang dihimpun Bloomberg. Pada penutupan siang ini, indeks yang sama turun 0,6% menjadi 12.395,2.

Asal tahu saja, saat ini pihak regulator dan investor memang tengah mengawasi dengan ketat perusahaan China yang listing di luar negeri. Langkah itu dilakukan setelah adanya pemeriksaan atas kejahatan kepada sejumlah perusahaan seperti Longstop Financial Technologies Ltd, Chaoda Modern Agriculture (Holding) Ltd, dan Sino Forest Corp.

Penurunan saham juga dipicu oleh spekulasi yang mengatakan bahwa bank sentral masih akan tetap menaikkan suku bunga meskipun pemulihan ekonomi global tersendat.

"Skandal yang ada di China mengguncang tingkat kepercayaan investor dan kondisi itu akan berdampak pada harga saham," jelas Lee King Fuei, fund manager Schroeders Plc. Dia menambahkan, penurunan tersebut merupakan refleksi kepanikan investor global akan kondisi yang terjadi di China dan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×