kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Saham BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI Terus Tertekan, Ini Penjelasan Analis


Sabtu, 07 Maret 2026 / 20:47 WIB
Saham BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI Terus Tertekan, Ini Penjelasan Analis


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar masih berada dalam tekanan seiring meningkatnya ketidakpastian global. Memanasnya kondisi geopolitik serta sentimen eksternal membuat investor asing menarik dana dari pasar saham domestik.

Pada penutupan perdagangan Jumat (6/3/2026), mayoritas saham bank besar melemah sehingga memperdalam koreksi dalam sepekan terakhir. 

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 2,44% secara mingguan. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi lebih dalam sebesar 5,59%. 

Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 2,95% dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun paling besar, yakni 6,14%.

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo Ahmad Iqbal Suyudi menilai tekanan pada saham perbankan dipicu keluarnya dana asing dari pasar domestik. 

Baca Juga: Mulai Bangkit Awal 2026, Sudah Waktunya Koleksi Saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI?

Kondisi ini dipengaruhi meningkatnya risiko geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

“Investor asing cenderung menghindari risiko sehingga terjadi capital outflow di saham-saham perbankan, terutama big banks,” ujar Iqbal, Jumat (6/3/2026).

Menurut Iqbal, dalam sepekan terakhir arus keluar modal asing dari pasar saham perbankan diperkirakan mendekati Rp2 triliun. Ia memperkirakan pergerakan saham bank besar pada pekan depan masih cenderung stagnan.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas (KISI) Muhammad Wafi. Ia menilai saham perbankan masih berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi dalam waktu dekat.

 

Wafi menyarankan investor jangka panjang untuk tetap menahan saham perbankan karena fundamental emiten masih solid. Namun bagi investor jangka pendek hingga menengah, ia menyarankan menunda pembelian hingga tekanan jual mereda dan muncul sinyal pembalikan arah.

Selain faktor geopolitik, Wafi menyebut tekanan terhadap saham bank juga dipengaruhi revisi outlook Indonesia oleh Fitch Ratings serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Kinerja Saham Big Banks Jumat (21/11): BBCA, BBRI, BBNI Melemah, BMRI Justru Menguat

Sebelumnya, lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Ratings merevisi prospek peringkat utang pemerintah Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai aksi jual bersih investor asing lebih dipicu sentimen global ketimbang faktor fundamental perbankan nasional.

“Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian arah suku bunga AS mendorong investor mengurangi eksposur ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia,” kata Andrey.

Ia menambahkan, saat selera risiko investor menurun, saham perbankan yang likuid dan berkapitalisasi besar sering menjadi target aksi ambil untung. 

Baca Juga: Saham Big Banks: BMRI Menguat, BBCA, BBRI, dan BBNI Melemah Kamis (26/2)

Meski investor domestik mulai menyerap aksi jual tersebut, dominasi kepemilikan asing dinilai masih cukup kuat sehingga berpengaruh besar terhadap likuiditas dan pergerakan saham bank di bursa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×