kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Saham Blue Chip Bank di BEI Lanjut Turun Awal 2026, Hari Ini (5/1) Pilih Beli / Jual?


Selasa, 06 Januari 2026 / 05:47 WIB
Saham Blue Chip Bank di BEI Lanjut Turun Awal 2026, Hari Ini (5/1) Pilih Beli / Jual?


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Harga saham perbankan dengan karakteristik blue chip di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin melemah pada perdagangan awal tahun 2025. Dengan penurunan harga tersebut, apakah saham perbankan blue chip ini sudah layak dikoleksi atau lebih baik dijual jika sudah punya?

Saham blue chip adalah saham lapis satu yang telah berpengalaman lama di pasar modal. Saham blue chip biasanya berasal dari perusahaan dengan fundamental kuat dan nilai kapitalisasi pasar besar.

Saham bank berkapitalisasi besar yang masih turun harga pada perdagangan Senin (5/1/2026) antara lain: 

  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)

Padahal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup menguat pada Senin (5/1) ke level 8.859,19 atau meningkat 111,06 poin (1,27%) dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.

Baca Juga: IHSG Melonjak 1,27% ke 8.859, Cek Saham Net Buy Terbesar Asing di Awal Pekan 2026

Dilihat dari Stockbit, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terkoreksi 0,27% ke level Rp3.630 per unit. Saham BBRI terlihat menjadi emiten yang paling banyak dilego investor asing, dengan nilai net sell mencapai Rp 134,78 miliar.

Tekanan juga dialami PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Saham BMRI dilego asing dengan nilai mencapai Rp 51,16 miliar. Sahamnya juga ditutup melemah 0,49% ke level Rp5.050 per saham.

Kemudian ada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Saham bank pelat merah ini mencatatkan net sell asing sebesar Rp 23,65 miliar. Harga sahamnya juga turun 0,70% ke Rp 4.230 per unit pada perdagangan di hari yang sama.

Aksi jual asing terhadap saham perbankan besar belum berhenti di situ. Saham bank swasta milik Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut masuk dalam daftar saham yang dilego asing, dengan nilai net sell mencapai Rp 38,15 miliar. Walau demikian, harga sahamnya terlihat menguat 0,62% menjadi Rp8.075 per unit.

Pergerakan saham perbankan masih menghadapi tekanan seiring sikap investor asing yang cenderung berhati-hati dalam jangka pendek. Sentimen global yang masih risk off, ditambah ketidakpastian arah suku bunga acuan, membuat aliran dana asing ke saham-saham bank besar belum kembali solid.

Tonton: Harga Logam Mulia Menguat di Awal 2026, Didukung Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga

Menunggu kebijakan

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, menilai aksi net sell asing saat ini lebih dipicu oleh strategi menunggu kejelasan kondisi makro dan kebijakan moneter ke depan.

Selain itu, sebagian investor disebut telah melakukan akumulasi secara bertahap menjelang periode pembagian dividen, khususnya pada saham-saham bank besar seperti BBRI dan BMRI.

“Investor asing saat ini cenderung risk off untuk jangka pendek sambil memantau kondisi perekonomian Indonesia dan outlook suku bunga acuan. Ada juga indikasi akumulasi bertahap sebelum pembagian dividen, sehingga fokus investasi akan kembali ke jangka menengah ketika outlook suku bunga lebih jelas,” ujar Indy kepada kontan.co.id, Senin (5/1/2026).

Ke depan, sentimen sektor perbankan juga akan sangat dipengaruhi oleh kinerja keuangan kuartal IV-2025, terutama dari sisi profitabilitas dan kualitas aset. Untuk jangka menengah hingga panjang, Indy masih melihat saham perbankan berfundamental kuat tetap menarik.

Tonton: Bareskrim Polri Segera Tetapkan Tersangka Kasus Kayu Gelondongan Banjir Sumatera

Rekomendasi saham

Ia merekomendasikan BMRI dengan target harga Rp5.500, serta BBCA yang dinilai menarik untuk jangka panjang dengan target Rp10.000.

Sementara itu, Analis Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan menilai pergerakan saham perbankan saat ini masih cenderung bergerak terbatas.

Saham bank-bank besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI belum menunjukkan penguatan signifikan akibat minimnya sentimen positif dan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) di sejumlah bank besar.

“Aliran dana asing ke sektor perbankan masih relatif kecil. Dalam beberapa pekan terakhir, investor asing justru lebih aktif melakukan trading di sektor tambang, sehingga terjadi pergeseran fokus sementara dari saham-saham perbankan,” jelas Ekky.

Meski demikian, Ekky menilai peluang rotasi dana ke saham bank tetap terbuka secara musiman. Menjelang periode pembagian dividen yang biasanya terjadi pada akhir kuartal I, sektor perbankan dinilai berpotensi kembali dilirik investor.

Untuk jangka pendek, Ekky justru melihat saham bank digital memiliki daya tarik lebih kuat dari sisi teknikal. ARTO dinilai mulai rebound dari area support dengan target penguatan di kisaran 2.200, dan berpotensi menguji level 2.400 jika momentum berlanjut.

Sementara itu, BBYB juga menunjukkan sinyal pembalikan arah dengan peluang penguatan menuju level 600, yang menjadi area resistance sekaligus level tertinggi sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar disarankan tetap selektif dan menyesuaikan strategi investasi dengan horizon waktu, sembari mencermati perkembangan suku bunga, aliran dana asing, serta kinerja keuangan emiten perbankan ke depan.


 

Penghentian Insentif Mobil Listrik Dinilai Berisiko Tekan Transisi Energi

Selanjutnya: Genjot Kinerja Pada 2026, Erajaya Swasembada (ERAA) Geber Bisnis Non-Elektronik

Menarik Dibaca: HP Terbaik dari Realme yang Bawa Fitur Terbaru, Ada yang Pakai RAM hingga 16 GB!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×