Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
Di sisi lain, sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat (AS) telah menyuarakan kekhawatiran atas perkembangan AI yang terlalu cepat dan mendorong penerapan aturan baru.
Namun, Presiden AS Donald Trump pada Minggu (13/9) justru menyebut para pengkritik AI sebagai "kekuatan yang sangat negatif" karena mengangkat skenario yang menurutnya tidak akan terjadi. Trump menegaskan keinginannya agar AS tetap menjadi pemimpin industri AI.
Perkembangan AI selama ini menjadi salah satu pendorong utama kenaikan saham global sejak OpenAI meluncurkan ChatGPT pada 2022.
Baca Juga: Bursa Asia Tertekan, Saham Teknologi Taiwan Anjlok Meski Laba TSMC Cetak Rekor
Namun, sentimen terhadap industri tersebut belakangan menghadapi tantangan, termasuk serangan siber yang dilakukan agen AI dan penolakan masyarakat terhadap pembangunan pusat data yang dibutuhkan untuk menopang pengembangan teknologi tersebut.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap risiko AI, pemerintah AS dan China diperkirakan akan menggelar pembicaraan mengenai keselamatan AI sebagai bagian dari diskusi bilateral yang berlangsung bulan ini.
Sementara itu, Altman menyatakan OpenAI tidak akan melanjutkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada tahun ini. Keputusan tersebut dikaitkan dengan pertimbangan keselamatan AI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













