kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Rupiah Terus Melemah, Sempat ke Rp 17.146 Per Dolar AS Jelang Tengah Hari Ini (14/4)


Selasa, 14 April 2026 / 11:54 WIB
Rupiah Terus Melemah, Sempat ke Rp 17.146 Per Dolar AS Jelang Tengah Hari Ini (14/4)
ILUSTRASI. Rupiah di pasar spot sempat melemah ke Rp 17.146 per dolar AS dan jadi level terburuk rupiah pada sesi kali ini (14/4/2026)


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot terus tertekan hingga perdagangan tengah hari ini. Selasa (14/4/2026), rupiah berada di level Rp 17.126 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah melemah 0,12% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.105 per dolar AS. Bahkan, rupiah sempat berada di level Rp 17.146 pada pukul 09.33 WIB, posisi terburuk secara intraday.

Hingga pukul 11.45 WIB, mayoritas mata uang di Asia menguat. Di mana, ringgit Malaysia jadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,61%.

Baca Juga: Merdeka Gold Resources (EMAS) Kantongi Kredit US$ 150 Juta dari 5 Bank, Ini Tujuannya

Selanjutnya ada dolar Taiwan yang melesat 0,54% dan peso Filipina terkerek 0,47%. Disusul, yen Jepang yang terangkat 0,47%.

Berikutnya, yuan China naik 0,18% dan baht Thailand terapresiasi 0,09%. Lalu, won Korea Selatan menanjak 0,07%.

Kemudian ada dolar Singapura yang menguat tipis 0,03% terhadap the greenback.

Sementara itu, dolar Hong Kong berada satu level lebih baik daripada rupiah setelah turun 0,02% pada siang ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×