kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,70   3,35   0.36%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rupiah Menguat ke Level Rp 15.615 per Dolar AS pada Senin (12/2) Pagi


Senin, 12 Februari 2024 / 09:38 WIB
Rupiah Menguat ke Level Rp 15.615 per Dolar AS pada Senin (12/2) Pagi
ILUSTRASI. Petugas menunjukan uang pecahan rupiah di Jakarta, Rabu (31/1/2024). Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan nilai tukar rupiah akan menguat di semester II 2024, hal tersebut didasari dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menjadi salah satu terbaik di dunia pada 2023 yakni, masih berada di kisaran 5 persen. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat untuk hari kedua pada perdagangan pekan pemilu, Senin (12/2).

Mengutip Bloomberg pukul 09.34 WIB, rupiah pasar spot ke Rp 15.615 per dolar AS.

Atau menguat 0,13% dari posis sebelumnya Rp 15.635 per dolar AS pada hari Rabu (7/2) di Rp 15.635 per dolar

Baca Juga: Simak Kurs Dollar-Rupiah di BCA Hari Ini Senin (12/2) dan Panduan Tukar Valas

Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana memperkirakan, rupiah akan cenderung sideways dengan kecenderungan sedikit menguat seiring dengan penurunan indeks dolar.

Sebab, belum akan ada data ekonomi yang signifikan dapat menggerakkan rupiah.

Fikri memproyeksikan pergerakan rupiah di kisaran Rp 15.540 per dolar AS-Rp 15.740 per dolar AS.

"Investor masih menunggu data inflasi AS dan sejumlah data dari dalam negeri pada Selasa," kata Fikri kepada Kontan.co.id, Minggu (11/2).

Baca Juga: Pekan Pemilu, Intip Prediksi Arah Rupiah Untuk Senin (12/2)

Penguatan nilai tukar rupiah didorong revisi turun inflasi AS. Sehingga ada ekspektasi penurunan Fed Rate lebih cepat.

Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong berpendapat, rupiah justru diperkirakan masih akan tertekan oleh faktor internal pilpres 2024.

Walau demikian, koreksi pada dolar AS setelah revisi ke bawah pada inflasi AS bisa mendukung rupiah.

"Sentimen luar data ekonomi domestik yaitu data perdagangan dan penjualan ritel dan dari eksternal investor menantikan data inflasi AS," sebutnya.

Lukman memperkirakan, rupiah bergerak di Rp 15.550 per dolar AS-Rp 15.700 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×