kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Rupiah melemah, kinerja emiten farmasi lesu


Kamis, 17 September 2015 / 18:53 WIB


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih dalam tren penurunan. Sejak awal tahun, rupiah telah terdepresiasi 16,17% ke posisi Rp 14.452.

Analis Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe menilai kinerja emiten farmasi akan terbebani hingga akhir tahun. “Biaya bahan baku naik karena mereka banyak impor,” sebut Kiswoyo.

Ia memperkirakan bahwa pendapatan industri farmasi akan terkikis sekitar 3% sampai 5%. Lalu karena kenaikan beban bahan baku, labanya bisa turun 5% sampai 7% di tahun ini.

Kiswoyo menilai para emiten tak bisa mengerek harga jualnya terlalu tinggi. Dengan kondisi pelemahan daya beli, penjualan emiten farmasi turut terancam.

Di antara beberapa emiten farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kiswoyo menyarankan lirik PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Ia merekomendasikan hold KLBF dengan target harga Rp 1.600.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×