kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Rupiah Melemah ke Rp 15.731 per Dolar, Kamis (29/2) Siang Saat Mata Uang Asia Menguat


Kamis, 29 Februari 2024 / 13:03 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 15.731 per Dolar, Kamis (29/2) Siang Saat Mata Uang Asia Menguat
ILUSTRASI. Kamis (29/2) pukul 12.34 WIB, kurs rupiah spot melemah 0,25% ke Rp 15.731 per dolar Amerika Serikat (AS).


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah makin dalam pada Kamis siang ini. Kamis (29/2) pukul 12.34 WIB, kurs rupiah spot melemah 0,25% ke Rp 15.731 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini adalah posisi rupiah paling lemah sejak 2 Februari atau lebih dari tiga pekan terakhir. 

Pergerakan rupiah berlawanan dengan mayoritas mata uang Asia. Menurut data Bloomberg, hanya rupiah dan dolar Taiwan yang melemah masing-masing 0,25% dan 0,20% pada hari ini. 

Sementara yen Jepang, peso Filipina, ringgit Malaysia, baht Thailand, dolar Singapura, rupee India, yuan China, won Korea, dan dolar Hong Kong menguat terhadap the greenback.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 15.707 Per Dolar AS, Kamis (29/2) Pagi

"Pasar valuta asing berkonsolidasi menjelang data personal consumption expenditure (PCE) yang sangat ditunggu pasar,"kata Christopher Wong, currency strategist OCBC di Singapura kepada Bloomberg.

Wong menambahkan, konsensus pasar memperkirakan penurunan PCE ke angka 2,8%. Pelemahan PCE akan menyebabkan dolar terkoreksi.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,10% ke 103,87. Indeks dolar bergerak di bawah level 104 dalam enam hari perdagangan terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×