Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia berpotensi kembali menorehkan rekor tertinggi anyar menjelang akhir tahun ini di tengah tren pelonggaran ekspektasi suku bunga dan pelemahan ekonomi Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Trading Economics pada Jumat (14/8/2026), harga emas (Gold) berada di level US$ 4.341,58 per ons troi, menguat 6,92% dalam sebulan terakhir meski terkoreksi tipis 0,18% secara harian.
Pengamat mata uang dan komoditas sekaligus Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan, prospek harga emas jangka pendek berada dalam kondisi konsolidasi yang cenderung bullish bersyarat.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.827 Per Dolar AS Hari Ini (14/8), Asia Perkasa
Menurut Wahyu, setelah sempat menyentuh titik terendah (bottom out) di level US$ 3.943 per ons troi, pergerakan emas dunia (XAUUSD) mulai menunjukkan sinyal bullish reversal yang kuat, ditopang oleh support floor yang solid dari aksi pembelian berlanjut oleh bank-bank sentral global serta risiko geopolitik yang belum sepenuhnya reda.
Arah pergerakan harian harga emas saat ini sangat ditentukan oleh ekspektasi suku bunga The Fed dan pergerakan indeks dolar AS.
Mengingat emas merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga pasca melandainya inflasi CPI AS ke level 3,4% serta pelemahan data tenaga kerja, di mana AS secara mengejutkan kehilangan 23.000 pekerjaan pada Juli, menjadi pendorong utama terbangnya harga emas.
Selain itu, dinamika deeskalasi di Selat Hormuz serta memburuknya data ekonomi AS turut menekan indeks dolar AS.
Di tengah tingginya volatilitas makroekonomi saat ini, Wahyu menyarankan investor untuk menerapkan strategi pembobotan portofolio yang terukur.
Ia merekomendasikan metode Dollar-Cost Averaging (DCA) atau akumulasi bertahap (buy on weakness) saat harga menguji batas bawah konsolidasi teknikal.
"Alokasi emas yang ideal berada di kisaran 5% hingga 15% dari total portofolio sebagai instrumen lindung nilai (hedging) terhadap risiko sistemik dan penurunan nilai mata uang, bukan untuk spekulasi jangka pendek," ujar Wahyu kepada Kontan, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Ditinggal Investor Institusi, Indo Premier Kerek Target Harga HRUM Efek Sentimen Ini!
Secara teknikal, pergerakan XAUUSD diperkirakan berkonsolidasi di rentang US$ 4.000 hingga US$ 4.600 per ons troi sebelum melanjutkan tren penguatannya.
Area resistance terdekat berada di level US$ 4.600, dengan benteng resistance terkuat di area US$ 4.900 per ons troi.
Apabila emas berhasil menembus level US$ 4.900, Wahyu memproyeksikan emas berpotensi mencetak rekor tertinggi baru (all-time high) hingga menguji target akhir tahun di rentang US$ 5.000 hingga US$ 6.000 per ons troi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
