Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (29/6/2026). Penguatan ini sekaligus menjadi kenaikan harian rupiah selama tiga sesi perdagangan berturut-turut.
Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 17.852 per dolar AS, menguat 0,40% dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 17.922 per dolar AS.
Baca Juga: Ini Target Ambisius Direksi Baru BEI, Salah Satunya Bawa BEI Jadi 10 Besar Bursa
Di pasar global, indeks dolar AS masih bertahan di kisaran 101,4. Greenback tetap mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik serta meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih berpeluang menaikkan suku bunga pada tahun ini.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, pergerakan mata uang negara berkembang di Asia cenderung stabil karena harga minyak dunia belum kembali melonjak tajam.
"Stabilnya harga minyak mengurangi tekanan terhadap negara-negara pengimpor energi seperti India, Thailand, dan Filipina. Reaksi pasar yang relatif tenang juga mencerminkan keyakinan investor bahwa konflik Timur Tengah akan tetap terkendali sehingga perhatian kembali tertuju pada fundamental domestik," ujar Lukman dilansir dari Reuters.
Baca Juga: Resmi! RUPS Angkat Anggota Direksi BEI Masa Jabatan 2026–2030
Di kawasan Asia, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah naik lebih dari 0,6% ke level 4,063 per dolar AS, yang merupakan posisi terkuat dalam hampir dua pekan.
Sementara itu, peso Filipina dan baht Thailand bergerak relatif stabil. Sebaliknya, won Korea Selatan melemah 0,6%, sedangkan dolar Taiwan terkoreksi tipis sekitar 0,2% terhadap dolar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














