kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Rupiah Ditutup di Level Rp 17.995 per Dolar Kamis (2/7), Pelemahan 3 Hari Beruntun


Kamis, 02 Juli 2026 / 15:23 WIB
Rupiah Ditutup di Level Rp 17.995 per Dolar Kamis (2/7), Pelemahan 3 Hari Beruntun
ILUSTRASI. INDONESIA-ECONOMY-CURRENCY (AFP/YASUYOSHI CHIBA)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (2/7/2026), memperpanjang tren penurunan selama tiga hari berturut-turut.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 17.995 per dolar AS, melemah 0,25% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya Rp 17.952 per dolar AS.

Pelemahan tersebut terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung terbatas, seiring indeks dolar AS yang masih bergerak stabil menjelang rilis data ketenagakerjaan AS.

Baca Juga: Termasuk Saham Raffi Ahmad, Investor Bisa Pesan 6 Saham IPO, Cek Rekomendasi Analis!

Pasar Fokus ke Data NFP AS

Mengutip Reuters, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur pergerakan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, termasuk yen Jepang dan euro, turun tipis 0,1% ke level 101,32.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data non-farm payrolls (NFP) Amerika Serikat yang dijadwalkan terbit pada Kamis waktu setempat.

Data tersebut dipandang penting untuk memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve

Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan ekonomi AS menciptakan sekitar 110.000 lapangan kerja baru pada Juni, sementara tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,3%.

"Jika data payrolls melampaui ekspektasi pasar, dolar berpotensi melanjutkan penguatannya," tulis analis senior Mitsubishi UFJ Bank, Akihiko Yokoo, dalam risetnya.

Baca Juga: IPO Saham RANS-EMMI-BACH Bisa Dipesan Mulai Hari Ini (2/7), Simak Cara Beli Saham IPO

Rupiah Masih di Bawah Tekanan

Meski indeks dolar bergerak relatif datar, rupiah tetap berada di bawah tekanan akibat tingginya permintaan dolar AS dan kehati-hatian investor menjelang rilis data ekonomi utama AS.

Dengan penutupan di Rp 17.995 per dolar AS, rupiah kini semakin mendekati level psikologis Rp 18.000 per dolar AS yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian pelaku pasar.

Pergerakan rupiah selanjutnya diperkirakan masih akan dipengaruhi hasil data NFP AS, arah imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed pada paruh kedua tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×