kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,11   -27,62   -2.87%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rupiah Diproyeksi Menguat di Perdagangan Awal Bulan Desember pada Jumat (1/12)


Kamis, 30 November 2023 / 17:52 WIB
Rupiah Diproyeksi Menguat di Perdagangan Awal Bulan Desember pada Jumat (1/12)
ILUSTRASI. Proyeksi pergerakan rupiah setelah melemah tajam pada hari ini (30/11)


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren penguatan rupiah selama tiga hari beruntun pada pekan ini terputus di perdagangan Kamis (30/11). Turunnya data ekonomi China membawa situasi buruk di pasar Asia.

Mengutip Bloomberg, Rupiah spot ditutup melemah 0,74% pada level Rp 15.510 per dolar Amerika Serikat (AS). Sejalan dengan pergerakan rupiah spot, nilai tukar Rupiah jisdor Bank Indonesia (BI) melemah 0,64% ke level Rp 15.484 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat, pelemahan rupiah hari ini seiring dengan sentimen yang memburuk di pasar Asia. Memburuknya sentimen diakibatkan oleh revisi ke atas data Produk Domestik Bruto (PDB)

Selain itu, data Manufacturing PMI dan Non-Manufacturing PMI Tiongkok tercatat lebih rendah dari perkiraan. Manufacturing PMI turun ke level 49,4, lebih rendah dari perkiraan, 49,8, sementara Non-Manufacturing PMI tercatat 50,2, lebih rendah dari perkiraan, 50,9.

“Penurunan data Tiongkok tersebut mendorong kekhawatiran terkait kondisi perekonomian Tiongkok, dan berperan dalam memburuknya sentimen di kawasan Asia,” jelas Josua kepada Kontan.co.id, Kamis (30/11).

Baca Juga: Ambles, Rupiah Spot Ditutup Melemah ke Rp 15.510 Per Dolar AS Pada Hari Ini (30/11)

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Lukman Leong mencermati bahwa rupiah melemah terhadap dolar AS yang berbalik menguat (rebound) setelah revisi data PDB kuartal ketiga 2023. PDB AS lebih kuat dari perkiraan yang disertai pernyataan sikap hawkish dari pejabat The Fed, Loretta Mester.

“Data PMI China pagi ini yang lebih lemah dari perkiraan dan sektor manufaktur yang masih kontraksi turut menekan rupiah,” ujar Lukman kepada Kontan.co.id, Kamis (30/11).

Menurut Lukman, pergerakan rupiah besok akan tergantung pada data inflasi PCE AS malam ini. Apabila sesuai dengan perkiraan yang menunjukan penurunan pada inflasi, maka rupiah berpotensi dibuka menguat.

Namun investor juga menantikan data inflasi Indonesia bulan November yang diperkirakan naik.

“Jadi rupiah diperkirakan akan menguat, namun terbatas di awal perdagangan,” imbuh Lukman.

Baca Juga: Kinerja Masih Turun, Simak Rekomendasi Saham LPPF

Josua turut melihat potensi rupiah menguat di perdagangan awal bulan Desember, Jumat (1/12). Proyeksi rupiah sejalan dengan ekspektasi kenaikan data jobless claims, serta penurunan data pengeluaran pribadi Amerika Serikat.

Josua memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 15.425 – Rp 15.550 per saham. Sedangkan, Lukman memprediksi rupiah bergerak di kisaran Rp 15.450 – Rp 15.600 per saham di perdagangan Jumat (30/11).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×