kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Rupiah diprediksi stabil meski suku bunga AS naik


Rabu, 15 Maret 2017 / 21:50 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kenaikan suku bunga The Fed tidak akan menjadi penekan laju rupiah. Pergerakan mata uang garuda akan tetap stabil jika The Fed tidak memberi pernyataan mengejutkan.

Di Pasar Spot, Rabu (15/3) nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat tipis 0,04% ke level Rp 13.364 dibanding sehari sebelumnya. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah melemah 0,11% ke level Rp 13.375.

Josua Pardede, Ekonom PT Bank Permata menjelaskan, pergerakan rupiah cenderung terbatas lantaran masih menanti pengumuman suku bunga The Fed. "Di sisi lain penguatan dollar AS tertahan karena kenaikan mata uang poundsterling," ujarnya.

Data neraca perdagangan dalam negeri masih akan menjadi pendukung rupiah setelah pengumuman suku bunga The Fed. Apalagi, BI kemungkinan masih akan menahan BI 7-Day Repo Rate di level 4,75% dalam rapat, Kamis (16/3).

Tetapi pasar akan mencermati pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen setelah pengumuman suku bunga. "Pelaku pasar ingin mengetahui bagaimana rencana kenaikan suku bunga tahun ini dan proyeksi ekonomi AS dalam beberapa tahun ke depan," lanjut Josua.

Jika tidak ada kejutan dalam pernyataan Yellen, Josua memprediksi rupiah akan cenderung stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×