kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.765   12,00   0,07%
  • IDX 6.600   74,46   1,14%
  • KOMPAS100 864   11,98   1,41%
  • LQ45 654   10,59   1,64%
  • ISSI 230   0,99   0,43%
  • IDX30 366   6,01   1,67%
  • IDXHIDIV20 452   8,85   2,00%
  • IDX80 98   1,48   1,52%
  • IDXV30 125   1,21   0,98%
  • IDXQ30 117   2,14   1,86%

Rupiah Diproyeksi Bergerak di Rp 17.700-Rp 17.850 pada Rabu (2/9), Cek Sentimennya


Selasa, 01 September 2026 / 18:35 WIB
Rupiah Diproyeksi Bergerak di Rp 17.700-Rp 17.850 pada Rabu (2/9), Cek Sentimennya
ILUSTRASI. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (2/9/2026) diproyeksikan masih dibayangi oleh volatilitas tinggi. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (2/9/2026) diproyeksikan masih dibayangi oleh volatilitas tinggi akibat tarik-menarik antara ketidakpastian sentimen global dan tekanan inflasi domestik.

Mengutip data Bloomberg pada Selasa (1/9/2026), mata uang Garuda ditutup pada level Rp 17.744 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,12% dari sehari sebelumnya.

Sementara itu, rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia justru menguat 0,11% ke posisi Rp 17.727 per dolar AS.

Baca Juga: IHSG Diproyeksi di Kisaran 6.450-6.600 pada September, Cek Strategi untuk Investor

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menjelaskan, pergerakan rupiah Rabu (2/9) akan sangat ditentukan oleh tekanan eksternal dari naiknya yield obligasi AS dan harga minyak, yang diimbangi dengan pelemahan indeks dolar (DXY).

Dari sisi global, yield US Treasury 10 tahun telah menyentuh 4,79%, sementara minyak mentah Brent bertengger di kisaran US$ 90–US$ 91 per barel menyusul ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Dari dalam negeri, laju inflasi Agustus yang merangkak naik menjadi 3,19% secara tahunan (yoy) serta tingginya defisit neraca migas turut menjadi beban tambahan bagi kurs Garuda. 

"Risiko utama muncul bila yield AS tetap dekat 4,8%, Brent bertahan di atas US$90, dan pasar Asia memasuki mode risk-off secara serempak," ujar Syafruddin kepada Kontan, Selasa (1/9/2026). 

Sementara itu, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menilai, pasar juga tengah bersikap wait and see menanti rilis data manufaktur dan tenaga kerja AS yang akan mempengaruhi ekspektasi arah suku bunga The Fed ke depan.

Senada dengan Syafruddin, ia menyoroti bahwa tren kenaikan harga minyak dunia serta inflasi domestik dapat mempersempit ruang penguatan mata uang lokal.

Baca Juga: Bitcoin, Emas, hingga Obligasi Menguat di Agustus, Mana yang Paling Cuan?

"Penguatan dolar dan keluarnya modal asing dapat membawa rupiah menuju batas atas, sedangkan intervensi BI berpotensi menahan pelemahan lebih lanjut," kata Rizal.

Mempertimbangkan dinamika sentimen yang saling berlawanan tersebut, Rizal memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak pada rentang Rp 17.680–Rp 17.800 per dolar AS untuk perdagangan Rabu (2/9/2026).

Di sisi lain, Syafruddin memproyeksikan rentang pergerakan rupiah berada di kisaran Rp 17.700–Rp 17.850 per dolar AS pada perdagangan Rabu (2/9/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×