kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Rupiah Berpeluang Menguat pada Senin (8/9), Dipicu Pelemahan Dolar AS


Minggu, 07 September 2025 / 22:03 WIB
Rupiah Berpeluang Menguat pada Senin (8/9), Dipicu Pelemahan Dolar AS
ILUSTRASI. Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (15/5/2025). Nilai tukar rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (8/9/2025).


Reporter: Adzira Febriyanti | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (8/9/2025). Penguatan rupiah ditopang oleh pelemahan dolar AS setelah rilis data tenaga kerja non-farm payrolls (NFP) yang kembali mengecewakan.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pelemahan dolar AS menjadi sentimen global paling dominan yang memberi ruang apresiasi bagi rupiah. 

Data ketenagakerjaan AS yang meleset dari ekspektasi pasar juga memperkuat keyakinan bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga bulan ini.

Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp 16.419 per Dolar AS pada Senin (1/9), Ini Sentimen Penopangnya

“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang melemah cukup tajam setelah data pekerjaan NFP kembali sangat mengecewakan. Hal ini hampir memastikan The Fed akan memangkas suku bunga bulan ini,” ujar Lukman kepada KONTAN, Minggu (7/9).

Selain faktor eksternal, sentimen dari dalam negeri turut berperan. Pasar masih menantikan rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia yang dinilai menjadi indikator penting bagi pergerakan rupiah.

“Dari domestik, investor menantikan data cadev yang bisa memberikan arah tambahan bagi pergerakan rupiah,” tambahnya.

Secara teknikal, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.350 hingga Rp16.450 per dolar AS pada perdagangan Senin. Level ini diperkirakan menjadi acuan support dan resistance jangka pendek.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 16.435 per Dolar AS pada Rabu (3/9/2025) Siang, Ini Pemicunya

Menurut Lukman, kombinasi pelemahan dolar AS di pasar global dan faktor fundamental domestik tetap akan menjadi penggerak utama rupiah. Namun, ia mengingatkan bahwa jika tekanan eksternal kembali muncul, rupiah masih berisiko berfluktuasi di sekitar level resisten.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×