kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Rupiah Berpeluang Melanjutkan Pelemahan pada Jumat (24/7), Simak Prediksinya


Jumat, 24 Juli 2026 / 07:00 WIB
Rupiah Berpeluang Melanjutkan Pelemahan pada Jumat (24/7), Simak Prediksinya
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah berpeluang melanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat (24/7/2026). (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berpeluang melanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Sentimen kenaikan harga minyak dunia masih membebani pergerakan rupiah.

Mengutip Bloomberg, kemarin, Kamis (23/7/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 17.936 per dolar AS, melemah 0,11% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.917 per dolar AS.

Sejalan dengan itu, rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) juga ditutup melemah ke level Rp 17.915 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan untuk perdagangan Jumat (24/7/2026), sentimen domestik sebenarnya telah menunjukkan perbaikan. Namun, rupiah masih berisiko melanjutkan pelemahan apabila harga minyak dunia terus naik.

Baca Juga: Wall Street Jatuh, Laporan Keuangan Perusahaan Teknologi Picu Kekhawatiran Belanja AI

Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (24/7) akan bergerak di kisaran Rp 17.850 hingga Rp 18.000 per dolar AS.

Sekadar mereview, kemarin rupiah ditutup melemah, dipicu oleh melonjaknya harga minyak mentah dunia. Kemarin, harga minyak hampir menembus level US$ 100 per barel.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS oleh kembali naiknya harga minyak mentah dunia yang telah melewati US$ 90 per barel," ujar Lukman kepada Kontan, Kamis (23/7/2026).

Menurut Lukman, dengan minimnya agenda rilis data ekonomi penting dalam waktu dekat, fokus pelaku pasar akan lebih tertuju pada perkembangan tensi geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi harga minyak global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×