kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Rosan berkelit transfer US$ 30 juta tidak wajib


Jumat, 06 Desember 2013 / 10:11 WIB
ILUSTRASI. Meditasi, berdoa, dan melakukan visualisasi adalah beberapa metode yang bisa digunakan untuk melakukan manifestasi.


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dan Bumi Plc mendesak Rosan Perkasa Roeslani untuk membayar US$ 173 juta dalam bentuk tunai maupun aset.

Ini merupakan dana yang harus dibayar Rosan atas dugaan penggelapan dana ketika ia masih menduduki jabatan Direktur Utama BRAU.

RC Eko Santoso Budianto, Direktur Utama BRAU mengatakan, perseroan dan Bumi Plc telah memulai proses arbitrase di Singapura. Hal ini dilakukan lantaran Rosan mangkir dari kewajibannya untuk melakukan pembayaran tahap pertama senilai US$ 30 juta.

Batas waktu yang diberikan atas pembayaran pertama itu adalah 26 September 2013. Selanjutnya, Rosan harus melunasi sisanya pada 26 Desember 2013.

Menurut Eko, Rosan mengemukakan sejumlah argumen hukum mengenai kewajibannya tersebut.

"Rosan Roeslani menyangkal telah melanggar kewajibannya dan menegaskan tanggungjawab untuk menransfer uang tunai atau aset menjadi tidak ada," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Padahal, lanjut dia, hal tersebut termaktub dalam perjanjian penyelesaian yang disepakati sebelumnya. Manajemen Bumi Plc dan BRAU menganggap Rosan tidak berniat memenuhi kewajibannya.

Sekedar mengingatkan, awal mula perkara ini datang dari pemegang saham minoritas Bumi, Nathanael Rothschild yang menuding ada penggunaan dana tak jelas di BRAU.

Ketika itu, ia mencurigai dana yang diinvestasikan dalam Chateau Asset Management senilai US$ 75 juta. Bumi pun melakukan investigasi. Ternyata dana yang diperiksa jumlahnya membengkak menjadi US$ 200 juta.

Namun, akhirnya disepakati, Rosan membayar dana BRAU yang hilang sebesar US$ 173 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×