Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. PT Rimo Internasional Lestari Tbk (RIMO) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai penggunaan dana hasil penawaran umum terbatas (PUT I). RIMO mengonfirmasi dana hasil PUT I sebesar Rp 70 miliar akan digunakan untuk pembayaran kewajiban perseroan.
Selain itu, Rp 14 miliar dari dana hasil PUT I tersebut akan digunakan sebagai modal kerja. Antara lain untuk biaya operasional perseroan di masa mendatang, seperti gaji karyawan dan biaya-biaya operasional.
Saat ini, RIMO memiliki utang usaha sebesar Rp 50,41 miliar, beban yang masih harus dibayar Rp 888,92 juta, utang pajak Rp 1,48 miliar, utang lain-lain sebesar Rp 623,82 juta dan utang jangka panjang lainnya Rp 16.58 miliar, dengan total keseluruhan jumlah utang sebesar Rp 70 miliar.
"Latar belakang pembayaran utang tersebut adalah karena seluruh utang tersebut sudah jatuh tempo, terutama utang usaha," ujar Henry Purwanto, Direktur Utama RIMO dalam keterbukaan, Rabu (6/1).
Sedangkan dalam laporan arus kas per 30 September 2015, Perseroan mencatat adanya pengeluaran kas lainnya untuk operasional sebesar Rp 4,9 miliar. Pengeluaran kas tersebut merupakan pengeluaran beban usaha di luar pembayaran gaji dan pengeluaran lainnya selain aktivitas investasi dan pendanaan.
Pengeluaran beban usaha sebesar Rp 2,08 miliar, pengeluaran non kas berupa imbalan kerja Rp 308,33 juta, Penurunan beban terutang Rp 1,5 miliar, lain0lain lancar Rp 82,48 juta, pendapatan lain-lain Rp 1,52 miliar dan aset lain-lain Rp 1,8 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













