kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Return reksadana obligasi bisa tergerus BI rate


Kamis, 03 November 2011 / 20:11 WIB
Return reksadana obligasi bisa tergerus BI rate
ILUSTRASI. Promo HokBen periode 17-20 Desember 2020 menawarkan empat varian super bowl dengan kisaran harga Rp 28.000 – Rp 35.000. Gerai HokBen Kartika Chandra Jakarta./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/17/05/2018.


Reporter: Wahyu Satriani |

JAKARTA. Turunnya suku bunga Bank Indonesia (BI rate) diprediksi ikut menyeret return reksadana yang memiliki aset dasar obligasi. Sebab, apabila BI rate turun maka yield obligasi akan turun.

Presiden Panin Asset Management Winston Sual mengatakan menuturkan dampak tersebut tidak serta merta terlihat dalam waktu yang cukup singkat.

"Secara jangka panjang baru terlihat,” ujar dia kepada KONTAN, Jakarta, Kamis (3/11). Reksadana yang berpotensi mengalami penurunan return adalah reksadana pendapatan tetap.

Adapun untuk reksadana lainnya, seperti terproteksi diperkirakan tidak akan terlalu terpengaruh. "Kalau terproteksi biasanya kan sudah diproteksi dulu return-nya. Jadi itu tergantung kelihaian manajer investasinya," tutur dia.

Kendati demikian, investor masih tetap untung menggenggam reksadana dengan aset dasar obligasi. Sebab, penurunan yield akan diikuti dengan kenaikan harga obligasi. Hal tersebut akan mendongkrak kenaikan dana kelolaan atau nilai aktiva bersih (NAB) reksadana.

"Dengan demikian, investor tetap akan menikmati keuntungan dari kenaikan harga NAB per unit," ujar dia.

Winston optimistis, prospek bisnis reksadana masih cerah hingga akhir tahun ini. Hingga akhir Oktober 2011, Panin Asset Management mencatat total dana kelolaan Rp 8,7 triliun. Akhir tahun ini, perusahaan menargetkan total dana kelolaan mencapai Rp 10 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×