Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) mencatat penurunan kinerja top line dalam tiga bulan pertama tahun 2026.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan usaha KKGI menurun 14,08% year on year (yoy) menjadi US$ 31,55 juta pada kuartal I-2026. Pada kuartal I-2025, KKGI meraih pendapatan usaha sebesar US$ 36,72 juta.
Pendapatan usaha KKGI pada kuartal I-2026 didominasi oleh segmen batubara sebesar US$ 30,79 juta. Setelah itu diikuti oleh pendapatan dari segmen jasa penambangan sebesar US$ 636.584, segmen listrik sebesar US$ 611.691, segmen properti sebesar US$ 89.210, dan lain-lain US$ 21.622. Seluruh pendapatan tersebut kemudian dikurangi oleh eliminasi sebesar US$ 601.657.
Baca Juga: Medco Energi (MEDC) Akan Alihkan 150 Juta Saham Hasil Buyback, Ini Tujuannya
Bersamaan dengan itu, KKGI mencatatkan penurunan beban pokok pendapatan 17,19% yoy menjadi US$ 24,66 juta pada kuartal I-2026, dari periode yang sama tahun lalu yakni US$ 29,78 juta.
Hasil tersebut membuat KKGI membukukan laba kotor sebesar US$ 6,89 juta pada kuartal I-2026 atau terkoreksi 0,72% yoy dibandingkan laba kotor perusahaan pada kuartal I-2025 yakni US$ 6,94 juta.
Di sisi lain, KKGI berhasil mencatat kenaikan laba usaha 31,86% yoy menjadi US$ 2,69 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan periode sebelumnya yakni US$ 2,04 juta. Hal ini cukup dipengaruhi oleh penurunan beban penjualan sebesar 49,55% yoy dari US$ 2,20 juta pada kuartal I-2025 menjadi US$ 1,11 juta pada kuartal I-2026.
Baca Juga: Bantu Bayar Utang Anak Usaha, Energi Mega (ENRG) Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar
Hingga akhir kuartal I-2026, laba bersih periode yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk KKGI tercatat sebesar US$ 1,09 juta atau naik 37,21% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$ 795.114.
KKGI memiliki total aset sebanyak US$ 177,64 juta pada akhir kuartal I-2026 yang terdiri dari liabilitas sebesar US$ 26,16 juta dan ekuitas sebesar US$ 151,48 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













