kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Reli dua hari, Minyak WTI melompat lebih 1% ke US$ 50,59 per barel


Rabu, 12 Februari 2020 / 11:37 WIB
Reli dua hari, Minyak WTI melompat lebih 1% ke US$ 50,59 per barel
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Flames emerge from flare stacks at Nahr Bin Umar oilfield, north of Basra, Iraq, September 16, 2019. REUTERS/Essam Al-Sudani/File Photo

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak reli untuk hari kedua pada perdagangan Rabu (12/2). Di tengah tanda-tanda awal bahwa kasus baru virus corona melambat di China, meredakan kekhawatiran atas dampak terhadap permintaan konsumen minyak terbesar kedua di dunia itu.

Mengutip Bloomberg pukul 11.14 WIB, minyak Brent pengiriman April 2020 ke US$ 54,95 per barel atau naik 1,74%.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Maret 2020 ke US$ 50,59 per barel atau naik 1,30%

Baca Juga: Harga minyak kembali naik, di tengah harapan Rusia sepakat pangkas pasokan

Menurut data hingga Senin, tingkat pertumbuhan kasus virus corona baru di China telah melambat ke level terendah sejak 31 Januari.

Asal tahu, larangan bepergian ke dan dari China dan pada pergerakan barang di dalam negeri telah memangkas penggunaan bahan bakar. Dua kilang terbesar China mengatakan akan mengurangi pemrosesan sekitar 940.000 barel per hari (bpd) sebagai akibat dari penurunan konsumsi, atau sekitar 7% dari proses pengolahan 2019 mereka.

"Kekhawatiran atas lemahnya permintaan di China memaksa banyak produsen untuk mencari alternatif," kata ANZ Research dalam sebuah catatan.

"Perusahaan-perusahaan seperti Vitol, Shell, dan Litasco telah bersiap-siap untuk menyewa supertanker untuk menyimpan minyak mentah yang akan dikirimkan untuk China."

Baca Juga: Harga CPO rontok terkena imbas virus corona

Penasihat medis senior China mengatakan pada hari Selasa wabah mungkin berakhir pada bulan April.

Kekhawatiran permintaan dari wabah mendorong Brent dan WTI ke level terendah dalam 13 bulan pada hari Senin. Kedua patokan harga minyak itu turun lebih dari 20% dari tertinggi yang dicapai pada Januari.

Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pada hari Selasa memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun ini sebesar 310.000 barel per hari karena wabah virus ini mengganggu konsumsi minyak di China, ekonomi terbesar kedua di dunia.




TERBARU

Close [X]
×