Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) dinilai masih cukup menjanjikan seiring strategi perusahaan memperkuat bisnis solusi digital berbasis cloud dan artificial intelligence (AI).
Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand mengatakan peluang pertumbuhan bisnis MTDL masih terbuka lebar seiring meningkatnya belanja teknologi oleh korporasi untuk mendukung transformasi digital.
Menurutnya, perusahaan terus memperkuat portofolio layanan seperti cloud, data dan AI, cybersecurity, serta managed services yang kini menjadi kebutuhan utama berbagai sektor industri, mulai dari perbankan hingga layanan keuangan.
“Hingga sembilan bulan pertama tahun 2025, MTDL mencatat pendapatan sekitar Rp18,8 triliun atau tumbuh 9% secara tahunan, didorong meningkatnya permintaan solusi digital,” ujar Abida kepada Kontan, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: Emiten Hotel dan Resor Bersiap Tuai Berkah Selama Libur Lebaran 2026
Salah satu langkah strategis yang ditempuh MTDL adalah menjalin kolaborasi dengan Workday dan Mercer Indonesia untuk menghadirkan solusi Human Capital Management (HCM) berbasis AI.
Abida menilai kolaborasi tersebut berpotensi memperkuat posisi MTDL di segmen solusi enterprise. Sinergi antara platform HCM berbasis cloud dari Workday, konsultasi sumber daya manusia Mercer, serta kemampuan implementasi teknologi MTDL memungkinkan perusahaan menawarkan solusi transformasi HR end-to-end berbasis AI bagi korporasi.
“Kolaborasi ini berpotensi memperluas basis klien enterprise sekaligus meningkatkan pendapatan berbasis proyek dan layanan berulang,” jelasnya.
Baca Juga: Perkuat Kinerja, Bumi Resources (BUMI) Segera Garap Tambang Mineral yang Diakuisisi
Selain bisnis solusi digital, kinerja MTDL juga ditopang oleh segmen distribusi, khususnya produk komunikasi.
Abida mengatakan prospek segmen ini masih cukup positif seiring meningkatnya penetrasi perangkat digital dan kebutuhan konektivitas di Indonesia.
“Hingga sembilan bulan pertama tahun 2025, pertumbuhan penjualan smartphone sekitar 27% turut menopang kinerja unit distribusi MTDL di tengah perlambatan pasar PC dan notebook,” katanya.
Ia menambahkan bahwa segmen distribusi masih diproyeksikan menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan MTDL karena skala bisnisnya yang besar.
Hingga kuartal III-2025, segmen ini telah menyumbang sekitar Rp13,7 triliun terhadap total pendapatan perusahaan.
Meski demikian, dari sisi pertumbuhan dan margin, segmen solusi dan konsultasi dinilai memiliki momentum lebih kuat.
“Pendapatan segmen solusi tumbuh sekitar 20,5% secara tahunan, didorong oleh bisnis cloud, AI, dan managed services. Ke depan kontribusi laba bersih dari segmen ini diperkirakan meningkat secara bertahap,” tambah Abida.
Senada, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai peningkatan kebutuhan digitalisasi di sektor korporasi menjadi peluang besar bagi MTDL, terutama melalui solusi berbasis cloud dan AI.
Baca Juga: Anak Usaha TOWR Perpanjang Tenor Pinjaman Rp 500 Miliar dari Bank QNB
Menurutnya, banyak perusahaan di Indonesia masih berada pada tahap awal transformasi digital sehingga permintaan terhadap layanan infrastruktur cloud, data analytics, hingga AI diperkirakan terus meningkat.
“Dengan portofolio produk dan jaringan kemitraan global yang cukup kuat, MTDL berpotensi mempertahankan pertumbuhan bisnis solusi digital dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Azis.
Azis juga menilai kerja sama MTDL dengan Workday dan Mercer Indonesia dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia solusi digital end-to-end.
Permintaan terhadap sistem manajemen SDM berbasis cloud dinilai terus meningkat karena perusahaan membutuhkan efisiensi serta pengambilan keputusan berbasis data.
“Kerja sama ini berpotensi menambah pipeline proyek serta memperluas basis klien korporasi MTDL,” jelasnya.
Azis menambahkan bahwa dalam jangka menengah segmen produk komunikasi juga masih berpotensi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan.
Hal ini seiring meningkatnya kebutuhan perangkat jaringan dan infrastruktur komunikasi untuk mendukung ekspansi data center, cloud, serta konektivitas perusahaan.
Dari sisi struktur bisnis, Azis memproyeksikan segmen distribusi masih menjadi kontributor utama pendapatan MTDL karena skala bisnisnya yang besar.
Namun demikian, segmen solusi diperkirakan memberikan kontribusi margin yang lebih tinggi sehingga berperan lebih besar dalam mendorong pertumbuhan laba bersih.
“Kombinasi kedua segmen ini membuat model bisnis MTDL relatif seimbang antara volume penjualan dan profitabilitas,” katanya.
Azis merekomendasikan trading buy untuk saham MTDL dengan target harga Rp 595.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













