Reporter: Leni Wandira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hero Global Investment Tbk (HGII) membagikan dividen tunai sebesar Rp 2,79 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Di saat yang sama, emiten energi terbarukan ini juga menyiapkan sejumlah agenda ekspansi untuk memperkuat portofolio pembangkit energi baru terbarukan (EBT) pada 2026.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Kamis (11/6).
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 4,3 per saham atau setara 16% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp 2,795 miliar, sementara sisa laba akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha perseroan.
Baca Juga: Transaksi Waran Terstruktur dan Derivatif Semarak di Tengah Tekanan IHSG
Direktur Utama HGII Robin Sunyoto mengatakan pembagian dividen mencerminkan kinerja perseroan yang tetap terjaga sekaligus keyakinan terhadap prospek bisnis ke depan.
"Perseroan mengapresiasi kepercayaan dan dukungan seluruh pemegang saham. Persetujuan pembagian dividen pada tahun ini merupakan cerminan kinerja perseroan yang solid serta keyakinan terhadap prospek usaha ke depan," ujar Robin dalam keterangan resminya, Senin (15/6).
Menurutnya, perseroan akan terus menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan melalui peningkatan efisiensi operasional serta penguatan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Saat ini HGII mengoperasikan dua pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) yakni PLTM Parmonangan-1 berkapasitas 9 megawatt (MW) dan PLTM Parmonangan-2 berkapasitas 10 MW di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Kedua pembangkit tersebut telah beroperasi penuh di bawah skema Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero).
Baca Juga: Idea Indonesia (IDEA) Bidik Peluang dari Kebutuhan 10.000 Tenaga Kerja di Luar Negeri
Selain itu, perseroan juga memiliki kepemilikan saham minoritas pada Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Ujung Batu di Riau dengan kapasitas 3 MW.
Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan energi bersih nasional, HGII membidik peluang pertumbuhan melalui pengembangan proyek-proyek baru EBT.
Perseroan saat ini tengah mengikuti proses lelang proyek PLTM di Sumatera Utara serta proyek pembangkit listrik tenaga bioenergi di Kalimantan Barat.
Robin menilai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 membuka peluang yang besar bagi pengembang energi terbarukan, khususnya sektor tenaga air.
"Energi hidro adalah segmen yang kami
kuasai secara mendalam, baik dari sisi teknis, operasional, maupun kemitraan dengan PLN. RUPTL 2025-2034 membuka ruang yang sangat besar bagi HGII untuk tumbuh bersama kebutuhan energi bersih nasional," katanya.
Manajemen menegaskan setiap peluang investasi dan proyek yang diikuti akan dievaluasi secara selektif guna memastikan kesesuaiannya dengan strategi jangka panjang perusahaan.
Melalui pendekatan tersebut, HGII berharap dapat memperluas portofolio pembangkit energi terbarukan sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah percepatan transisi energi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













