kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Prospek Cerah IHSG di 2026, Simak Kata Analis


Jumat, 05 Desember 2025 / 17:08 WIB
Prospek Cerah IHSG di 2026, Simak Kata Analis
ILUSTRASI. Analis memberikan rekomendasi dan prediksi pergerakan IHSG di tahun 2026 yang bakal lebih cerah


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tahun 2026 diproyeksi makin berkilau. Bahkan, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 9.000 sampai 10.000 untuk 2026.

Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer mengatakan, target tersebut masih masuk akal selama ditopang kombinasi katalis makro yang kuat, terutama arah suku bunga dan pemulihan konsumsi.

“Proyeksi IHSG ke 9.000-10.000 masih make sense, dengan catatan didukung penurunan suku bunga BI maupun The Fed sesuai ekspektasi. Selain itu konsumsi domestik dan daya beli juga harus kembali solid,” ujar Miftahul kepada Kontan, Kamis (4/12/2025).

Menurutnya, sejumlah sektor berpotensi menjadi motor utama pada 2026. Perbankan, consumer staple, telekomunikasi, dan kesehatan dinilai sebagai kelompok dengan dukungan fundamental paling kuat.

Baca Juga: Rupiah Menguat 0,16% ke Rp 16.648 per Dolar AS Dalam Sepekan, Ini Sentimennya

“Keempat sektor ini menikmati kombinasi likuiditas yang lebih longgar, belanja rumah tangga yang pulih, hingga belanja modal perusahaan yang mulai meningkat lagi,” jelasnya.

Dari sisi emiten, Kiwoom menilai sejumlah saham unggulan masih memiliki ruang valuasi yang menarik seiring proyeksi perbaikan kinerja.

BBCA, BMRI, TLKM, MIKA, CMRY, MYOR, dan WIIM masih punya potensi kenaikan valuasi karena tren kinerjanya menunjukkan perbaikan,” kata dia.

Meski prospeknya positif, Miftahul mengingatkan bahwa risiko eksternal tetap perlu dicermati. Volatilitas rupiah, perlambatan ekonomi global, aliran dana asing yang mudah berubah arah, hingga potensi berlanjutnya tensi dagang global disebut bisa menahan laju pasar.

“Risiko-risiko tersebut bisa muncul terutama di awal tahun depan,” tegasnya.

Selanjutnya: Update KJP Plus: Dana Oktober 2025 Cair Mulai 5 Desember, Ini Ketentuannya

Menarik Dibaca: Apakah Berat Badan Bisa Turun dengan Jalan Kaki atau Tidak? Ini Jawabannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×