kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.774   78,50   1,38%
  • KOMPAS100 749   13,86   1,89%
  • LQ45 569   11,92   2,14%
  • ISSI 200   1,33   0,67%
  • IDX30 322   6,75   2,14%
  • IDXHIDIV20 397   7,89   2,03%
  • IDX80 85   1,63   1,95%
  • IDXV30 108   1,54   1,45%
  • IDXQ30 104   1,82   1,78%

Profit taking membuat yen tergerus sterling


Senin, 20 Februari 2017 / 20:17 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rilis neraca perdagangan Jepang turut memicu profit taking pada mata uang yen. Imbasnya, yen bertekuk lutut di hadapan poundsterling.

Mengutip Bloomberg, Senin (20/2) pukul 19.07 WIB, pasangan GBP/JPY menguat 0,74% ke level 141,056 dibanding sehari sebelumnya.

Tonny Mariano, Analis PT Esandar Arthamas Berjangka mengatakan, mata uang yen dilanda aksi profit taking sehingga tertekan oleh poundsterling. Data surplus neraca perdagangan Jepang bulan Januari yang turun menjadi 155,455 miliar yen dibanding bulan sebelumnya di angka surplus 327,544 miliar yen turut memicu profit taking.

Di sisi lain, data ekonomi Inggris yakni indeks harga rumah bulan Februari memang naik menjadi 2% dari bulan sebelumnya 0,4%. Tetapi data Inggris tidak banyak berpengaruh terhadap penguatan GBP.

"Penjualan ritel Inggris turun dalam tiga bulan terakhir. Lalu proses teknis keluarnya Inggris dari Uni Eropa belum jelas sehingga membatasi penguatan sterling," ujar Tonny.

Sentimen penggerak GBP dan JPY menurut Tonny cukup seimbang. Yen juga terbebani oleh kebijakan pemerintah Jepang yang menginginkan mata uangnya melemah. "Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa status sebagai mata uang aman sering kali membuat yen diuntungkan," imbuhnya.

Menurut Tonny, tren pergerakan GBP/JPY melemah. Namun, ada peluang menanjak dalam jangka pendek. Pergerakan yen menanti data manufaktur Jepang bulan ini meski bukan tergolong data penting. Sementara GBP menunggu data pinjaman sektor publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×