kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.751   56,37   0,99%
  • KOMPAS100 746   10,46   1,42%
  • LQ45 567   9,87   1,77%
  • ISSI 199   0,89   0,45%
  • IDX30 321   5,68   1,80%
  • IDXHIDIV20 396   7,04   1,81%
  • IDX80 85   1,30   1,56%
  • IDXV30 108   1,35   1,27%
  • IDXQ30 104   1,59   1,56%

AKR Corporindo (AKRA) Bangun Kapal FSRU US$ 319,69 Juta, Gandeng Hyundai Industries


Kamis, 02 Juli 2026 / 14:41 WIB
AKR Corporindo (AKRA) Bangun Kapal FSRU US$ 319,69 Juta, Gandeng Hyundai Industries
ILUSTRASI. AKR Corpindo, AKRA (DOK/AKRA)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengumumkan rencana untuk membangun kapal Floating Storage Regasification Unit (FSRU) untuk menunjang keperluan usaha penyimpanan, regasifikasi, dan penyaluran Gas Alam Cair (LNG).

Rencana ini diwujudkan melalui perjanjian kontrak antara PT Andalanesa Energi Primer, suatu perusahaan patungan yang didirikan oleh AKRA, PT Arthakencana Rayatama, dan BW FSRU VII Pte., Ltd, dengan HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd., perusahaan industri alat berat dan merupakan salah satu perusahaan pembuat kapal terbesar di dunia.

Melalui perjanjian tersebut, Hyundai Industries akan melakukan perancangan, pemasangan, pembangunan, peluncuran, perlengkapan, penyelesaian, pengujian, dan survei, serta penjualan dan penyerahan satu unit kapal FSRU berkapasitas 170.000 meter kubik.

Baca Juga: Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Akuisisi Saham Bali Media Telekomunikasi Rp 4 Triliun

FSRU tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha AKRA dalam rangka penyimpanan, regasifikasi, dan penyaluran Gas Alam Cair (LNG). 

Nilai kontrak pembangunan dan pembelian FSRU tersebut adalah sebesar US$ 319.690.500 yang pembayarannya akan dilakukan dalam 6 tahap sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian/kontrak. 

"Penyelesaian pembangunan dan penyerahan FSRU diperkirakan akan dilakukan pada pertengahan tahun 2029," ujar Presiden Direktur AKRA Haryanto Adikoesoemo dalam keterbukaan informasi, Rabu (1/7/2026).

Transaksi ini tidak memiliki dampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha AKRA. Ini mengingat, AKRA melalui Andalanesa Energi Primer memiliki kemampuan untuk melakukan pembuatan kapal FSRU.

Jika pembuatan kapal FSRU telah selesai, maka AKRA melalui Andalanesa Energi Primer dapat memanfaatkan kapal FSRU untuk mendukung kegiatan usaha yang dilakukan AKRA dan diproyeksi akan mendapatkan keuntungan secara pemanfaatan kapal FSRU tersebut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×