Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli
Namun, dampak dari insentif ini diperkirakan tidak akan sekuat tahun-tahun sebelumnya, mengingat daya beli masyarakat yang masih relatif lemah.
“Indikasi ini terlihat dari beberapa emiten yang menurunkan target penjualan rumah pada tahun 2025,” katanya kepada Kontan, Jumat.
Di tahun 2026, emiten yang lebih berfokus pada penjualan rumah diperkirakan akan paling merasakan manfaat PPN DTP. Mereka adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).
“Selain itu, potensi penurunan suku bunga acuan diharapkan dapat menekan suku bunga KPR, sehingga mendorong permintaan dan penjualan rumah lebih lanjut,” kata Harry.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi, Simak Saham Rekomendasi Analis untuk Jumat (9/1)
Kevin pun merekomendasikan beli untuk PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dengan target harga Rp 160 per saham, SMRA Rp 640 per saham, CTRA Rp 1.300 per saham, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 4.500 per saham, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) Rp 8.800 per saham.
Sedangkan, Harry merekomendasikan beli untuk BSDE dengan target harga Rp 1.100 per saham, CTRA Rp 1.400 per saham, dan SMRA Rp 600 per saham.
Selanjutnya: OJK Masih Lakukan Pendalaman Terkait Merger 2 Fintech Lending Syariah
Menarik Dibaca: 12 Kebiasaan di Malam Hari yang Bikin Susah Kurus, Apa Saja?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













