Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pluang, platform investasi dan trading multi-aset di Indonesia, memperkenalkan fitur Pluang Agentic Trading yang memungkinkan investor menghubungkan asisten kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini langsung ke akun investasi mereka.
Melalui fitur ini, pengguna tidak hanya dapat memanfaatkan AI untuk melakukan riset dan analisis pasar, tetapi juga memberikan instruksi untuk melakukan transaksi saham dan aset kripto melalui percakapan. Namun, setiap transaksi tetap membutuhkan konfirmasi dari pengguna sebelum dieksekusi.
Pluang Agentic Trading saat ini masih berada dalam tahap beta terbatas dan hanya tersedia bagi pengguna yang masuk dalam daftar akses. Adapun peluncuran untuk publik secara luas ditargetkan pada pertengahan Agustus 2026.
Baca Juga: Obligasi Adira Finance Senilai Rp 385 Miliar Akan Jatuh Tempo pada November 2026
Director of Marketing & Commercial Pluang, Andreas Agung Hendrawan mengatakan, pengembangan fitur tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas akses investor terhadap kemampuan analisis investasi.
"Selama ini, analisis investasi berkualitas tinggi hanya menjadi hak istimewa segelintir orang—mereka yang berada di institusi finansial profesional, memiliki akses langganan riset mahal, atau berada di pusat finansial. Pluang Agentic Trading mendobrak batasan tersebut. Kini, investor di Jayapura atau Jember memiliki kekuatan analisis dan eksekusi yang setara dengan investor di Jakarta, atau bahkan di Singapura atau Hong Kong," ujar Andreas dalam keteranganya, Rabu (12/8/2026).
Pluang menjelaskan, Agentic Trading merupakan pengembangan dari fitur Aura AI yang sebelumnya berfungsi memberikan wawasan atau analisis investasi.
Dengan fitur baru tersebut, proses riset, analisis dan eksekusi transaksi dapat dilakukan dalam satu sesi percakapan tanpa pengguna harus berpindah antara berbagai aplikasi atau tab.
Fitur ini memungkinkan pengguna mengecek kondisi portofolio secara real-time, termasuk aset dan saldo pada saham Amerika Serikat, saham Indonesia, emas, aset kripto hingga Crypto Futures.
Selain itu, pengguna dapat memberikan perintah untuk melakukan market order maupun limit order. Data harga real-time dan indikator teknikal juga dapat digunakan sebagai bahan analisis dalam percakapan dengan AI.
Baca Juga: Investasi Emas Digital 2026: Risiko, Legalitas, dan Cara Cek Izin Platform
Pluang Agentic Trading juga menyediakan kemampuan backtest strategi investasi menggunakan data historis serta fitur rangkuman riset yang memungkinkan AI membantu membaca prospektus, laporan keuangan maupun berita pasar.
Meski AI dapat membantu sampai tahap eksekusi, Pluang menegaskan fitur tersebut bukan merupakan robot trading otomatis.
Mekanisme yang digunakan adalah Propose, Confirm, Execute. AI memberikan usulan transaksi, kemudian pengguna memberikan persetujuan sebelum order diteruskan untuk dieksekusi.
Pluang juga menerapkan sejumlah pembatasan sistem, termasuk batas maksimal pengeluaran berdasarkan nilai pesanan, batas harian dan kelas aset. Setiap order dilengkapi token sekali pakai dengan batas waktu untuk mengantisipasi transaksi ganda.
Co-Founder Pluang, Claudia Kolonas mengatakan, aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan fitur tersebut.
"Tantangan terbesarnya bukanlah bagaimana membuat AI bisa memasang order, melainkan bagaimana membangun sistem pengaman yang dapat mencegah AI melakukan transaksi yang salah atau tanpa izin," jelas Claudia.
Pluang juga mengingatkan bahwa analisis yang dihasilkan dalam Agentic Trading berasal dari asisten AI pilihan pengguna, bukan dari Pluang. Karena itu, hasil analisis tetap dapat mengandung kesalahan, keterlambatan, kelalaian maupun estimasi probabilistik.
Perusahaan menyatakan fitur tersebut berjalan di atas infrastruktur Pluang yang berizin dan diawasi oleh OJK, Bappebti dan/atau Bank Indonesia untuk produk dan layanan tertentu.
Baca Juga: Inilah 10 Unitlink Campuran yang Cetak Return Tertinggi per Juli 2026
Saat ini, Pluang memiliki lebih dari 13 juta pengguna terdaftar di Indonesia dan menawarkan lebih dari 2.000 produk investasi. Produk tersebut mencakup saham Indonesia, saham AS dan ETF, emas digital, aset kripto, reksa dana, opsi saham AS, USD Yield hingga Crypto Futures.
Dengan kehadiran Agentic Trading, Pluang memperluas pemanfaatan AI dari sekadar memberikan informasi dan analisis menjadi teknologi yang dapat terhubung langsung dengan akun investasi dan membantu proses transaksi, dengan keputusan akhir tetap berada pada pengguna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
